Kotak Suara Pemilu dari Karton Bikin Gaduh | OPINI.id
Kotak Suara Pemilu dari Karton Bikin Gaduh

Berbeda dengan pemilu sebelumnya yang menggunakan kotak suara berbahan aluminium, maka pada Pemilu 2019 ini KPU berencana akan menggunakan kotak suara berbahan karton.

Penggunaan kotak suara berbahan karton kedap air dengan satu sisi transparan tersebut diputuskan oleh KPU RI mengingat ada rujukan dari berbagai negara menggunakan kotak suara berbahan kardus. Bahkan hal tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan berbahan aluminium tapi mengundang banyak kritikan. 

Menanggapi hal ini, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Chusni Mubarok menilai wajar jika keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai kritik dari masyarakat. Menurutnya, hal ini semakin menambah keraguan masyarakat mengenai kredibilitas Pemilu mendatang pasalnya kecurangan Pemilu semakin terang terlihat.

Sementara itu, KH. Tengku Zulkarnain meminta KPU RI agar menunjukkan hasil perbandingan mereka soal kotak kardus lebih kuat daripada kotak alumunium. "Jika benar kardus lebih kuat dari almunium bisa jadi perusahaan Boeing tertarik memproduksi pesawat model baru dari bahan kardus," cuit Zulkarnain lewat akun twitternya.  

Sedangkan, mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Kaban menantang penyelenggara pemilu (KPU) untuk melakukan uji laboratorium terkait kotak suara kardus sama kuatnya dengan kotak suara dari alumunium.

Namun, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi meminta semua pihak tidak berburuk sangka adanya kecurangan dalam Pilpres 2019 atas penggunaan kotak suara berbahan karton untuk Pemilu 2019.  

Pasalnya ketika ada tudingan bahwa desain kotak suara berbahan karton kedap air untuk skenario kecurangan harus dibuang jauh-jauh, karena penggunaan bahan tersebut sudah disetujui semua fraksi pemerintah dan oposisi di Komisi II. Komposisi pimpinan Komisi II DPR terdiri dari Golkar, PKB, Gerindra, PKS dan Demokrat.

Apakah kotak suara dari karton ini bisa menjamin tidak adanya kecurangan?
Yakin
Ragu-ragu
Ga yakin
463 votes

Komentar (2)

Fresh