Jelang Pilpres 2019, Bakal Ada 3 Jenis Serangan Siber | OPINI.id
Jelang Pilpres 2019, Bakal Ada 3 Jenis Serangan Siber

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak 2019, serangan siber meningkat drastis. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat dalam kurun 10 bulan sudah ada 207,9 juta serangan siber yang berhasil dideteksi.

Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan pada temuan sebelumnya pada periode Januariā€“Juni 2018 yang hanya ada 143,6 juta serangan. Memasuki Oktober 2018, serangan meningkat jadi 207,9 juta.

Ketua BSSN, Mayjen (Purn) TNI Djoko Setiadi menyebutkan motif dan metode serangan hampir sama dengan sebelumnya. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada agenda nasional (pileg-pilpres 2019), pihaknya mulai petakan pola serangan tersebut.

Langkah preventif telah dilakukan BSSN dalam menghadapi kejahatan siber di tahun politik ini. BSSN telah mempelajari sejumlah pola ancaman siber di negara lain seperti Ukraina, Inggris saat Brexit, Pilpres Amerika Serikat 2016, dan serangan serupa di Prancis.

BSSN memprediksi ada tiga serangan siber yang akan menghantui pada pemilihan legislatif dan presiden maupun wakil presiden (pileg dan pilpres) 2019. Ketiganya adalah hack, leak, dan amplify.

Direktur Deteksi Ancaman Badan Siber dan Sandi Negara, Sulistyo, menyebutkan Hack, adalah melakukan proses peretasan terhadap infrastruktur penghitungan suara. Sedangkan Leak artinya upaya suatu pihak membocorkan informasi, bisa datangnya dari penyelenggara pemilu ataupun pesaing peserta pemilu.

Selain itu, ada juga, Amplify yaitu memviralkan sejumlah data pribadi salah satu peserta pemilu. Kasus ini sering terjadi di Indonesia. Amplify berhubungan dengan informasi pribadi milik pesaing atau kompetitor, lalu diviralkan hingga menjadi kampanye hitam atau black campaign dan sebaran hoaks (berita bohong).

Sulistyo juga menjelaskan tentang kemungkinan terjadinya serangan dari luar negeri saat pemilu 2019 nanti dimana hal tersebut pasti ada dan bakal terjadi.

Namun, datangnya tidak hanya dari pihak negara lain tapi bisa saja ada pihak-pihak yang berpura-pura seperti berasal dari luar wilayah Indonesia. Artinya, bisa jadi IP address-nya dari luar negeri, tapi belum tentu ia berada di luar Indonesia.

Apakah upaya BSSN untuk menangkal serangan siber jelang Pilpres 2019 akan berhasil?
Pasti bisa
Ragu-ragu
Ga mungkin berhasil
126 votes

Komentar

Fresh