Mantan Ketum PSSI ini mendadak Jokowi. Mungkin karena kecewa, tapi dibalik itu semua inilah potret politik. Dulu kawan sekarang bisa jadi lawan. Ketum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jatim ini.

Angkat bicara soal Jokowi dan Prabowo usai menjenguk cawapres KH Ma'ruf Amin. Saat keluar dari rumah, La Nyalla Mattalitti tampak berkalung surban putih bergambar muka Ma'ruf Amin.

Dia pun berkata kepada media jika sudah melupakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Dia saat ini hanya memfokuskan dirinya untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 nanti.

"Yang jelas tidak akan banyak omong dalam kerja saya. Silakan anda tanya di Jawa Timur. Kita sudah punya yang namanya Rumah Rakyat Jokowi itu di kantor saya. Kerjanya mereka itu sudah door to door. Kita tidak banyak omong," ucap mantan Ketum PSSI periode 2012-2016 ini.

Ketika diberikan pertanyaan alasan dirinya meninggalkan Prabowo dan kini berbalik mendukung Jokowi. Dengan kata lain dulu seorang kampret (julukan fanatik pendukung Prabowo) sekarang cebongers (julukan fanatik pendukung Jokowi).

La Nyalla malah menyampai permintaan maafnya dihadapan media karena selama ini sudah menyebar isu negatif soal Jokowi di Pilpres 2014. Mulai dari orang yang ikut andil dalam menyebarkan Obor Rakyat yaitu media propaganda yang sangat merugikan Jokowi.

Hingga fitnah bagi petahana yaitu Jokowi seorang kristen dan keturunan cina. Dirinya pun sudah meminta maaf kepada Jokowi terkait isu-isu yang bergulir selama ini.

Bahkan dirinya membandingkan Jokowi dan Prabowo dalam urusan agama. Menurutnya, Jokowi jauh lebih bagus Islamnya ketimbang mantan Danjen Kopasus tersebut.

"Dulu saya fight untuk dukung Si Prabowo. Salahnya Prabowo itu saya tutupi semua. Saya tahu Prabowo. Kalau soal Islam lebih hebat Pak Jokowi. Pak Jokowi berani mimpin salat. Pak Prabowo berani suruh mimpin salat? Nggak berani. Ayo kita uji keislamannya Pak Prabowo. Suruh Pak Prabowo baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, baca, bacaan shalat. Kita semua jadi saksi," kata La Nyalla.

Wajar gak manuver politik menurutmu?
Wajar
Gak
1005 votes

 

 

 

 

Komentar (4)

Top Konten