Panasnya suasana jelang Pilpres 2019, sering menimbulkan ujaran-ujaran tidak pantas serta menimbulkan rasa benci dan kehebohan ditengah masyarakat.

Seperti juga ceramah Habib Bahar bin Smith yang sering disebut Habib Bule ini dianggap kontroversial karena berisi hinaan kepada Presiden Jokowi, viral di media sosial. Hal ini bisa memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

Menghina Simbol Negara

Dalam video yang tersebar di media sosial, berdurasi 60 detik itu, Habib Smith menyebut Jokowi sebagai "pengkhianat negara dan rakyat." Ia juga menyebut Jokowi sebagai "seorang banci" dan beberapa pernyataan lainnya yang juga keras ditujukan kepada Presiden Jokowi.

Dikarenakan isi ceramah Habib Bule berisikan ujaran kebencian, maka Muannas Alaidid, Ketua Umum Cyber Indonesia dan Ketua Jokowi Mania, Rahmat, melaporkan ulama ini ke Polda Metro Jaya.

“Intinya ini reaksi kami sebagai warga negara Indonesia melihat video, yang menurut saya menghina presiden sama seperti menghina simbol negara. Siapa pun mereka wajib dilaporkan,” jelas Rahmat, Rabu (28/11/2018), seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Harus Diusut

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menyesalkan isi ceramah Habib Bahar bin Smith. Pernyataan Habib Bahar soal 'Jokowi banci' hingga 'Jokowi haid' itu sangat tidak pantas. "Sebagai pendakwah, ia tidak boleh menghina orang lain. Saya mendorong dan mendukung dia diproses secara hukum dan harus ditangkap," jelas Karding, Kamis (29/11/2019), dikutip dari detiknews.com.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga menyampaikan hal yang sama yaitu mendukung polisi mengusut laporan terhadap Habib Bahar bin Smith terkait dengan video ceramahnya tersebut.

Jejak Habib Bahar

Habib Bahar bin Smith yang memiliki nama asli Sayyid Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Sumayṭ ini lahir di Manado, 23 Juli 1985. Ia adalah seorang ulama dan pendakwah asal Manado, Sulawesi Utara.

Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Habib Bahar pernah ditahan polisi pada tahun 2012, ditetapkan jadi tersangka dan ditahan karena memimpin aksi sweeping di Kafe de Most, Bintaro, Jakarta. Polisi juga mengungkap Habib Bule pernah memimpin penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Kebayoran lama pada 2010 dan ikut serta dalam kerusuhan Makam Mbah Priok pada 2010 lalu.

Komentar (75)

Top Konten