Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#politik

Novel Baswedan Dipecat, 5 Fakta Tes Kepegawaian yang Dianggap Lemahkan KPK

Tes kepegawaian KPK menjadi ASN diwarnai kontroversi dan dianggap upaya melemahkan KPK oleh banyak pengamat. #SAVEKPK

Reza Rizaldy  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Belakangan diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi era baru sedang mengumpulkan hasil tes kepegawaian KPK. Banyak isu yang beredar seperti pemecatan Novel Baswedan dan teman-teman karena gak lulus tes, pertanyaan gak kontekstual dan lainnya. Gak asik banget nih, KPK disorot bukan karena kasus besar tapi internal yang lagi goyah.

Ujian yang dinamakan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini dalam rangka mengubah status kepegawaian KPK menjadi ASN. Peralihan status ini adalah bagian dari aturan revisi Undang-undang KPK yang sempat diprotes banyak pihak.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, JakartaAntara
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta/Antara

Peneliti ICW menyatakan tes kepegawaian yang ancam 75 pegawai dipecat ini skenario melemahkan KPK. “Tidak lulusnya sejumlah pegawai dalam tes wawasan kebangsaan telah dirancang sejak awal sebagai episode akhir untuk menghabisi dan membunuh KPK,” tegas Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis.

Ia merunut pelemahan KPK terjadi sejak revisi UU baru, ditambah dengan bos baru, Firli Bahuri aka Firlikopter kalo kata Mr. Kece. Dua lembaga yang bertanggung jawab atas upaya ini disebutkan Kurnia adalah Presiden Joko Widodo dan DPR RI.

Ada apa sih dengan tes alih kepegawaian KPK? Berikut 5 fakta TWK yang dianggap melemahkan KPK.

1. Pertanyaan Soal PKI, LGBT dan Budaya Barat

Sejumlah pegawai yang mengikuti tes kepegawaian KPK menjadi ASN mengaku pertanyaan gak berhubungan isu kebangsaan. Justru seperti menguji tingkatan radikalisme. Mereka diberikan beberapa pertanyaan dan dijawab antara sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju.

Tonton juga:

Pegawai KPK buat petisi keluhkan proses penyelidikan kasus korupsi seperti dihambat.

Ada 20 pertanyaan yang diajukan, beberapa diantaranya menanyakan pendapat peserta etnis China, bangsa Jepang, kaum homosex (ya, literally ditulis seperti ini), UU ITE, LGBT dan budaya barat.

Pegawai yang menjalani tes juga diharuskan menulis esai dengan tema OPM, PKI, HTI, FPI, kebijakan pemerintah dan LGBT.

Gak sulit kan ujiannya?

2. Tes Dibuat oleh BKN, BIN, BNPT dan TNI AD

Nah, kalian penasaran gak siapa yang membuat pertanyaan seperti ini? Pihak yang bertanggung jawab atas pertanyaan dalam tes TWK adalah Badan Kepegawaian Negara. BKN dibantu oleh BNPT, BIN, BAIS dan Dinas Psikologi TNI Angkatan Darat.

Kepala BKN Bina Haria Wibisana mengatakan keputusan lulus tidaknya pegawai kewenangan KPK. “Tim asesmen hanya melaksanakan asesmen secara objektif, transparan dan akuntabel,” katanya dikutip dari Sindonews.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan/Kumparan
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan/Kumparan

3. Novel Baswedan Gak Lolos Tes Akan Dipecat

Penyidik senior Novel Baswedan dikabarkan akan dipecat karena gak lolos tes kepegawaian KPK. Pemecatan KPK ini diikuti 75 anggota lainnya yang juga gak lulus tes TWK. Novel upaya ini sebagai bentuk pelemahan KPK. “Kalau benar ada pemecatan, tentu seperti itu (sudah direncanakan sejak revisi). Aneh kalau gak lulus. Silakan lihat profil orang-orangnya.

Mengutip Tempo, orang-orang yang terancam dipecat adalah mereka yang menangani kasus kelas kakap. Seperti perkara Harun Masiku dan kasus korupsi mantan Mensos Jualiri Batu Bara yang melibatkan anggota PDIP, yakni Herman Hery dan Ihsan Yunus.

Ketua KPK Firli Bahuri mengkonfirmasi hasil tes belum diumumkan karena ada penundaan terkait UU KPK baru yang sedang digugat di MK.

4. DPR Minta Rakyat Gak Ribut Soal Tes KPK

Wakil Ketua Komisi III DPR, Pangeran Khairul Saleh berpendapat isu pemecatan KPK masih terlalu dini. Karena hasil tes kepegawaian belum diumumkan oleh KPK. “Kabar tersebut masih sangat dini untuk bisa tahu siapa orang yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan,” ungkapnya dikutip dari Sindonews.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni juga minta KPK dan BKN buka-bukaan soal tes kepegawaian KPK, supaya gak jadi polemik di masyarakat.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
5. Lulus Tes Akan Jadi ASN

5. Lulus Tes Akan Jadi ASN

Gak perlu heran tiba-tiba ada tes kepegawaian KPK. Setelah Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK isinya mengatur pegawai harus berstatus ASN. Hal ini diatur dalam Pasal 69 yang berisi pegawai KPK diangkat menjadi ASN lewat serangkaian tes dimulai sejak UU berlaku. Berarti pegawai KPK diwajibkan ASN sebelum 17 Oktober 2021.

Semoga saja kekhawatiran ICW dan masyarakat soal pelemahan KPK gak terjadi. Kalau KPK lemah terus siapa yang ngotot melawan korupsi di Indonesia?

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation