Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#politik

Konvoi Rantis di Markas FPI, Koopssus TNI Pamer Kekuatan?

Videonya viral di media sosial, rombongan Koopssus TNI sempat berhenti di samping plang DPP Front Pembela Islam (FPI).

Edo Juvano  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dengungan sirene terdengar keras di sepanjang jalanan daerah Petamburan, Jakarta Pusat pada Kamis (19/11). Diketahui, bunyi tersebut berasal dari sejumlah kendaraan taktis (rantis) dan rombongan kendaraan milik Komando Operasi Khusus atau Koopssus TNI lainnya yang sedang konvoi. Seseorang mengabadikan kejadian tersebut dan kini videonya viral di media sosial.

Menarik ketika rombongan tersebut berhenti di depan SMP 1908. Pasalnya, tepat di samping plang sekolah tersebut terdapat plang DPP Front Pembela Islam (FPI).

Dari sejumlah kendaraan yang terlihat konvoi, yang paling mencolok adalah rantis “Maung”. Sisanya ada truk hitam, mobil patrol, dan motor polisi militer (PM) yang mengawal jalannya konvoi. Lantas, apa sebenarnya maksud dari Koopssus TNI konvoi dengan rantis sehingga jadi sorotan? Apakah ini yang dinamakan show of force atau unjuk kekuatan?

Mengenal Istilah “Show of Force” dalam Dunia Militer

Dilansir dari laman Military Factory, show of force adalah operasi yang dirancang untuk mendemonstrasikan peningkatan visibilitas pasukan yang dikerahkan dalam upaya meredakan situasi tertentu yang jika dibiarkan dapat merugikan kepentingan atau tujuan nasional.

Ilustrasi TNI dengan kendaraan taktis (rantis). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Ilustrasi TNI dengan kendaraan taktis (rantis). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Dengan viralnya video tersebut di media sosial, banyak netizen yang beranggapan bahwa tujuan Koopssus konvoi dengan rantis adalah sengaja untuk menunjukkan kekuatan di depan markas FPI. Namun menurut pengamat militer Fahmi Alfansi Pane, fungsi dibentuknya Koopssus TNI adalah untuk menghadapi ancaman nyata NKRI, seperti terorisme atau separatisme. Unjuk kekuatan di depan warga sipil, dalam hal ini, FPI, justru akan terkesan memberi ketakutan.

“Kalau teroris bergerak di wilayah hutan dan pegunungan, maka Koopssus TNI yang lebih mampu menyelesaikan secara berani, tuntas, tegas, dan cepat. Terorisme yang bergerak di wilayah tertentu masih berlangsung hingga hari ini, seperti di Poso dan Papua. Beberapa hari lalu dua terduga teroris telah diselesaikan operasi gabungan TNI dan Polri,” jelas Fahmi kepada Republika, Jumat (20/11).

Namun menurut Komandan Koopssus (Dankoopssus) Mayjen TNI Richard Tampubolon kepada Detik pada Kamis (19/11), kejadian sama sekali tidak ada kaitannya dengan show of force. Menurutnya, kendaraan-kendaraan tersebut hendak kembali ke markasnya di daerah Cilangkap, Jakarta Timur. Hanya saja, kebetulan melintas di daerah Petamburan.

Selain itu Richard juga mengatakan bahwa rombongan rantis yang melintas di jalan merupakan sesuatu yang wajar, agar lalu lintas tetap aman dan tidak mengganggu pengguna jalan. Hal ini sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap) rombongan.

Apa Itu Satuan Koopssus dan Tujuannya Dibentuk?

Satuan Koopssus TNI adalah pasukan elite yang dibentuk dari 3 matra, yakni TNI angkatan darat (AD), laut (AL), dan udara (AU). Pasukan ini dibentuk oleh Presiden Joko Widodo dan diatur dalam Perpres No. 42 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Koopssus TNI juga mengkoordinasikan tiga pasukan elite dari tiap matra dan melakukan operasi bersama. Tiga pasukan elite tersebut antara lain Den-81 Kopassus, Den-Jaka Marinir, dan Sat-Bravo Paskhas.

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

Tujuannya tak lain adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan menghadapi ancaman dengan eskalasi tinggi, karena dapat membahayakan ideologi, kedaulatan, dan keutuhan wilayah NKRI. Dalam penugasannya, Koopssus sudah diatur dalam Perpres yang sama pada Pasal 46B ayat (1) yang intinya adalah menyelenggarakan operasi khusus di dalam atau luar negeri untuk menyelamatkan kepentingan nasional.

"Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia disebut Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam ataupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI," tulis Pasal 46B ayat (1) Perpres 42/2019.

Dankoopssus selaku pimpinan Koopssus TNI harus dijabat oleh pejabat tinggi bintang 2. Ia bertanggung jawab sekaligus berkedudukan di bawah Panglima TNI. Dalam struktur organisasi TNI, Koopssus TNI tergabung ke dalam badan pelaksana pusat. Alur komandonya saat misi khusus adalah Presiden kepada Panglima TNI, kemudian Panglima TNI memerintahkan kepada Dankoopssus.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation