Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#politik

Apakah Fasisme akan Memenangkan Pemilu AS?

Pemilu AS sedang berlangsung. Jika Trump kembali menang, publik khawatir semakin memperkuat era kepemimpinan fasis tanpa visi yang jelas.

Project Syndicate  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Banyak orang Amerika Serikat (AS) menyadari bahwa memilih Presiden Donald Trump dalam pemilu AS sama saja dengan mendukung nasionalisme kulit putih dan pemikiran konspirasi yang ajaib dan menyanggah ancaman-ancaman nyata seperti pandemi dan perubahan iklim. Tapi masyarakat AS juga harus menyadari bahwa tidak memberikan suara untuk melawan Trump pada pemilu tahun ini adalah suatu bentuk dukungan pada penyerangan terhadap demokrasi yang sudah berlangsung.

AS saat ini tidak hanya terancam oleh otoritarianisme tapi juga fasisme, yang merupakan sekte anti-demokrasi yang berpusat pada seorang pemimpin yang menjanjikan restorasi nasional di hadapan penghinaan yang menurut mereka disebabkan oleh kelompok minoritas, liberal, dan Marxis. Karena fasisme mengagung-agungkan kekerasan dan militerisasi politik, kenyataan bahwa Trump menolak berkomitmen pada penyerahan kekuasaan yang damai harus membuat kita khawatir. Bahkan ketika retorika anti-demokrasi Trump hanya sebuah taktik untuk mengalihkan perhatian dari kegagalannya mengendalikan pandemi COVID-19, bahasa-bahasa seperti itu yang diucapkan oleh pemimpin terpilih sangat berbahaya dan harusnya mengejutkan warga negara di setiap negara demokrasi. 

Baca Selengkapnya
Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation