81 Caleg Mantan Koruptor yang Perlu Kamu Tandai | OPINI.id
81 Caleg Mantan Koruptor yang Perlu Kamu Tandai

Tinggal sehari lagi waktunya memilih calon wakil rakyat yang akan duduk di DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota, dan DPD periode 2019-2024. Pastikan jangan sampai terpilih wakil rakyat yang punya track record terlibat kasus korupsi.

Salah satu isu penting yang harus disorot adalah masih maraknya kasus korupsi di parlemen. Seperti gak bisan-bosan dan kapok melakuakn korupsi walaupun penindakan dan operasi tangkap tangan sering dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat, ada 22 anggota DPR RI periode 2014-2019 yang menjadi tersangka korupsi. Rekor partai yang menyumbang anggota korup adalah Golkar (8), Demokrat (3), PAN (3), PDI-P (2), Hanura (2), Nasdem (1), PKB (1), PKS (1), dan PPP (1).

Tidak tanggung-tanggung yang jadi tersangka adalah mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus e-KTP dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dalam kasus korupsi anggaran.

Di antara tersangka korupsi itu, 2 di antaranya ketua partai politik. Yakni mantan Ketua Partai Golkar Setya Novanto dan mantan Ketua PPP Romahurmuziy. Romi menjadi tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Miris kan? Makanya urusan korupsi jangan dianggap sepele. Apa kata dunia kalau mentan koruptor kembali terpilih menjadi anggota parlemen. Meski secara hukum mereka punya hak, namun keputusan politik ada di tangan rakyat.

Upaya KPU untuk melarang mantan koruptor menjadi caleg memang kandas dengan keputusan MA. Namun, KPU telah mengumumkan nama-nama caleg berikut dapilnya yang diketahui punya track record tersangka korupsi.

Data KPU yang dirilis 19 Februari 2019, mencatat ada 81 caleg mantan koruptor terdiri dari 9 caleg DPD serta 72 caleg DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota.

Hanya Partai NasDem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tidak mengusung caleg mantan napi korupsi. Partai Hanura paling banyak usung mantan koruptor yakni 11 orang caleg.

Berikut daftar lengkap caleg mantan koruptor:

Partai Gerindra

1. Moh Taufik, caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta (Dapil DKI 3, nomor urut 1)
2. Herry Jones Johny Kereh, caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Dapil Sulawesi Utara 1, nomor urut 2)
3. Husen Kausaha, caleg DPRD Kabupaten Maluku Utara (Dapil Maluku Utara 4, nomor urut 2)
4. Ferizal, caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur (Dapil Belitung Timur 1, nomor urut 1)
5. Mirhammuddin, caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur (Dapil Belitung Timur 2, nomor urut 1)
6. Hi.Al Hajar Syahyan, caleg DPRD Kabupaten Tanggamus (Dapil Tanggamus 4, nomor urut 1)

PDI-P

1. Abner Reinal Jitmau, (DPRD Provinsi Papua Barat 2 nomor urut 1)
2. Mat Muhizar (DPRD Kabupaten Pesisir Barat 3, nomor urut 2)

Partai Golkar

1. Hamid Usman, caleg DPRD Provinsi Maluku Utara (Dapil Maluku Utara 3, nomor urut 1)
2. Desy Yusnandi, caleg DPRD Provinsi Banten (Dapil Banten 6, nomor urut 4)
3. H. Agus Mulyadi, caleg DPRD Provinsi Banten (Dapil Banten 9, nomor urut 5)
4. Petrus Nauw, caleg DPRD Provinsi Papua Barat (Dapil Papua Barat 2, nomor urut 12)
5. Heri Baelanu, caleg DPRD Kabupaten Pandeglang (Dapil Pandeglang 1, nomor urut 9)
6. Dede Widarso, caleg DPRD Kabupaten Pandeglang (Dapil Pandeglang 5, nomor urut 8)
7. Saiful T. Lami, caleg DPRD Kabupaten Tojo Una Una (Dapil Tojo Una Una 1, nomor urut 12)
8. Edy Muldison, caleg Kabupaten Blitar (Dapil Blitar 4, nomor urut 1)
9. Achmad Junaidi Sunardi (DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 4)
10. Christofel Wonatorei (DPRD Kabupaten Waropen 1, nomor urut 6)

Partai Garuda

1. Ariston Moho, caleg DPRD Kabupaten Nias Selatan (Dapil Nias Selatan 1, nomor urut 3)
2. Yulius Dakhi. Caleg DPRD Kabupaten Nias Selatan (Dapil Nias Selatan 1, nomor urut 1)

Partai Berkarya

1. Mieke L Nangka, caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Dapil Sulawesi Utara 2, nomor urut 4)
2. Arief Armain, caleg DPRD Provinsi Maluku Utara (Dapil Maluku Utara 4, nomor urut 1)
3. Yohanes Marinus Kota, caleg DPRD Kabupaten Ende (Dapil Ende 1, nomor urut 1)
4. Andi Muttarmar Mattotorang, caleg DPRD Kabupaten Bulukumba (Dapil Bulukumba 3 nomor urut 9)
5. Muhlis (DPRD Provinsi Sulawesi Selatan 3, nomor urut 8)
6. Zambri (DPRD Kabupaten Pasaman Barat 1, nomor urut 4)
7. Djekmon Amisi (DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud 3, nomor urut 2)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

1. Maksum DG Mannassa, caleg DPRD Kabupaten Mamuju (Dapil Mamuju 2, nomor urut 2)
2. Muhammad Zen (DPRD Kabupaten Okut Timur 1, nomor urut 2)

Partai Perindo

1. Samuel Buntuang, caleg DPRD Provinsi Gorontalo (Dapil Gorontalo 6, nomor urut 1)
2. Zulfikri, caleg DPRD Kota Pagar Alam (Dapil Kota Pagar Alam, Nomor urut 1)
3. Andi Gunawan (DPRD Kabupaten Lampung Timur 1, nomor urut 1)
4. Ramadhan Umasangaji (DPRD Kota Pare-pare 1, nomor urut 2)

Partai Amanat Nasional (PAN)

1. Abdul Fattah, caleg DPRD Provinsi Jambi (Dapil Jambi 2, nomor urut 1)
2. Masri, caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur (Dapil Belitung Timur 1, nomor urut 2)
3. Muhammad Afrizal, caleg DPRD Kabupaten Lingga (Dapil Lingga 3, nomor urut 1)
4. Bahri Syamsu Arief. Caleg DPRD Kota Cilegon (Dapil Kota Cilegon 2, nomor urut 1)
5. Bonanza Kesuma (DPRD Provinsi Lampung 7, nomor urut 7)
6. Firdaus Obrini (DPRD Kota Pagar Alam 2, nomor urut 9)

Partai Hanura

1. Welhemus Tahalele, caleg DPRD Provinsi Maluki Utara (Dapil Maluku Utara 3, nomor urut 2)
2. Mudasir, caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah (Dapil Jawa Tengah 4, nomor urut 1)
3. Akhmad Ibrahim, caleg DPRD Provinsi Maluku Utara (Dapil Maluku Utara 3, nomor urut 5)
4. YHM Warsit, caleg DPRD Kabupaten Blora (Dapil Blora 3, nomor urut 1)
5. Moh. Nur Hasan, caleg DPRD Kabupaten Rembang (Dapil Rembang 4, nomor urut 01)
6. Muhammad Asril Ahmad (DPRD Provinsi Maluku Utara 3, nomor urut 4)
7. Rachmad Santoso (DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara 1, nomor urut 1)
8. Darjis (DPRD Kabupaten Ogan Ilir 4, nomor urut 1)
9. Andi Wahyudi Entong (DPRD Kabupaten Pinrang 1, nomor urut 1)
10. Hasanudin (DPRD Kabupaten Banjarnegara 5, nomor urut 1)
11. Bonar Zeitsel Ambarita (DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 9)

Partai Demokrat

1. Jones Khan, caleg DPRD Kota Pagar Alam (Dapil Pagar Alam 3, nomor urut 1)
2. Jhony Husban, caleg DPRD Kota Cilegon (Dapil Cilegon 1, nomor urut 4)
3. Syamsudin, caleg DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Dapil Lombok Tengah 5, nomor urut 6)
4. Darmawati Dareho, caleg DPRD Kota Manado (Dapil Manado 4, nomor urut 1)
5. Firdaus Djailani (DPRD Provinsi Bengkulu 5, nomor urut 1)
6. Farit Wijaya (DPRD Kabupaten Pesisit Barat 2, nomor urut 6)
7. Imam Subandi (DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir 4, nomor urut 6)
8. Syamsudin Olii (DPRD Kabupaten Bolaang Mangondo Utara 1, nomor urut 6)
9. Rahmanuddin (DPRD Kabupaten Luwu Utara 1, nomor urut 7)
10. Polman (DPRD Kabupaten Simalungun 4, nomor urut 4)

Partai Bulan Bintang

1. Nasrullah Hamka, caleg DPRD Provinsi Jambi 1, Nomor urut 10
2. Sahlan Sirad (DPRD Provinsi Bengkulu 5, nomor urut 1)
3. Syaifullah (DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1, nomor urut 1)

PKPI

1. Joni Kornelius Tondok, caleg DPRD Kabupaten Toraja Utara (Dapil Toraja Utara 4, nomor urut 1)
2. Mathius Tungka, caleg DPRD Kabupaten Poso (Dapil Poso 3, nomor urut 2)
3. Raja Zulhindra (DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 1, nomor urut 10)
4. Yuridis (DPRD Kabupaten Indragiri Hulu 3, nomor urut 6)

PPP

1. Emil Silfan (DPRD Kabupaten Musi Banyuasin 4, nomor urut 2)
2. Ujang Hasan (DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah 1, nomor urut 2)
3. Rommy Krishna (DPRD Kabupaten Lubuklinggau 3, nomor urut 2)

PKB

1. Usman Effendi (DPRD Kabupaten Pesawaran 2, nomor urut 8)
2. EU K. Lenta DPRD Kabupaten Morowali Utara 1, nomor urut 9)

Caleg DPD mantan koruptor:

1. DPD Provinsi Aceh, Abdullah Puteh, nomor urut 21
2. DPD Provinsi Sumatera Utara, Abdillah, nomor urut 39
3. DPD Provinsi Bangka Belitung, Hamzah, nomor urut 35
4. DPD Provinsi Sumatera Selatan, Lucianty, nomor urut 41
5. DPD Kalimantan Tengah, Ririn Rosyana, nomor urut 41
6. DPD Sulawesi Tenggara, La Ode Bariun, nomor urut 68
7. DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Masyhur Masie Abunawas, nomor urut 69
8. DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, A Yani Muluk, nomor urut 67
9. DPD Provinsi Sulawesi Utara, Syachrial

Ada caleg mantan koruptor yang masuk dapil kamu gak?
Duh ada nih
Untung ga ada
Males ngecek
1431 votes

Komentar (5)

Fresh