Soal Peningkatan Rasio Pajak, Prabowo Masih Ngarep Teknologi? | OPINI.id
 Soal Peningkatan Rasio Pajak, Prabowo Masih Ngarep Teknologi?

Masih ingat ucapan Prabowo Subianto di debat keempat soal ogah pakai teknologi baru dan pilih teknologi lama kalau membuat kekayaan Indonesia lari ke luar negeri?

Tonton debat Pilpres 2019 kelima di Opini.id sekarang!

Sekarang mantan Danjen Kopassus ini ternyata masih berharap dengan teknologi. Hal tersebut disampaikan Prabowo pada debat final pemilihan presiden soal pendapatan pajak di tema keuangan dan investasi.

Di Indonesia, salah satu rasio pajak rendah menurut Prabowo karena masih ada kebocoran. Prabowo berasumsi bocor berdasarkan ungkapan dari KPK beberapa waktu lalu bahwa ada potensi pajak Rp 2.000 yang seharusnya diterima negara namun tidak masuk.

Prabowo Subianto membandingkan rasio pajak Indonesia dengan Malaysia dan Thailand yang saat ini ratio pajaknya sudah mencapai 19 persen. Semuanya dikarenakan kedua negara ini sudah menggunakan information technology yaitu dengan cara komputerisasi hingga bisa serba transparan semuanya.Dengan cara menggunakan teknologi ini, Indonesia menurutnya bisa kembali menembus angka ke 16 persen bahkan 19 persen.

Sedangkan menurut Sandiaga Uno, jika dirinya dan Prabowo terpilih nanti, dirinya akan memisahkan badan penerimaan negara dari Kementerian Keuangan dan langsung lapor kepada presiden untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan memastikan tax ratio itu meningkat.

Jadi tetap berharap sama teknologi kan ya pak? Bukan teknologinya yang ditinggalkan tapi bagaimana kita memanfaatkan teknologi informasi untuk kesejahteraan rakyat.

Mana yang menurutmu lebih paham soal tax ratio?
01
02
dua-duanya
225 votes

 

 

 

Komentar

Fresh