Budiman Sujatmiko Kritik Gebrakan Meja Prabowo | OPINI.id
Budiman Sujatmiko Kritik Gebrakan Meja Prabowo

Prabowo Subianto capres nomor urut 02 bisa jadi sosok yang ditakutkan oleh sebagian orang. Soalnya, banyak yang beranggapan doi itu adalah Orba, kan tahu sendiri mantan mertuanya adalah penguasa Orba.

Tapi ada juga yang  bilang kalau Prabowo Subianto itu sebenarnya mencoba lepas dari dekapan masa lalu Orba. Maklum, menantu harus tunduk dengan mertua. Terlepas dari itu semua, ada aksinya yang mungkin cukup menakutkan dikalangan para pembencinya.

 

Prabowo Subianto dengan berapi-api menggebrak-gebrak meja podium saat berkampanye di Yogyakarta. Namanya juga Pilpres 2019, alhasil momen ini gak hanya menuai kritikan dan cibiran saja, tapi juga disandingkan dengan aksi gebrak meja ala Arya Wiguna.

Salah satu kritikan yang datang adalah dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Budiman Sujatmiko. Menurut Budiman Sujatmiko aksi gebrak meja ala Prabowo hanya mengingatkan dirinya dengan guru SD saat sekolah.

Budiman Sujatmiko mengomentari aksi tersebut lewat kicauan twitter-nya @budimandjatmiko. Budiman Sujatmiko menyebut kalau dirinya punya pengalaman bahwa guru SD yang kerap membentak murid dan memukul meja dengan penggaris bisa bikin ketakutan. Apalagi jika orang yang membentak itu jadi Panglima Tertinggi Angkata Bersenjata.

"Pada seorang guru SD yg suka mbentak2 & mukul2kan penggaris ke bangku aja bisa bikin murid2 (saya dkk dulu) ketakutan, apalagi jika yg suka mbentak2 itu jd Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata nantinya," tulisnya.

 

Dari video yang beredar di sejumlah media, saat berpidato, Prabowo berpesan kepada tentara dan polisi yang masih aktif agar netral. Ia berharap aparat tidak mengabdi kepada segelintir orang, apalagi antek asing.

Kritikan gak datang hanya dari Budiman Sujatmiko saja, tapi dari sejumlah orang, pengamat dan lembaga. Kritikan datang dari Pengamat Politik Senior LIPI, Indria Samego. Menurutnya, aksi gebrak meja Prabowo Subianto sudah bisa ditafsirkan bias oleh publik.

“Kemarin kita misalnya dengar calon presiden gebrak-gebrak meja (podium), itu emosi sesaat. Cuma penafsiran publik bisa macam-macam. Apalagi dengan adanya media sosial yang bisa berikan kesempatan kita untuk menilai,” tegasnya seperti dilansir liputan6.

Selain Prabowo, Indria juga mengkritik pernyataan Amien Rais soal pengerahan people power jika ada kucurangan pada pilpres.

Tak hanya Prabowo dan Amien, Moeldoko juga menjadi sorotan kala pernyataan 'perang total' menjadi viral dan menjadi bias dan memengaruhi rasa aman pemilih.

Aksi gebrak meja memang ditakuti dan jadi nilai minus terutama dikubu lawan Prabowo Subianto. Tetapi, justru dikalangan para pendukungnya, massa Prabowo malah semakin memberikan semangat kepada mantan suami Titiek Soeharto.

Bahkan massa Prabowo pun menyanyikan lagu “Naik-naik ke Puncak Gunung" yang liriknya diubah menjadi 'Naik-naik Prabowo-Sandi, Turun-turun Jokowi' Mendapatkan dukungan masyarakat yang memenuhi Stadion Kridosono, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Yogyakarta.

"Terima kasih rakyat Yogyakarta, kita harus merebut keadilan. Keadilan kebenaran tidak akan jatuh dari langit. Setiap insan harus berani menegakkan dan meraih keadilan," katanya.

 

Tidak lupa di akhir acara, Prabowo Subianto pun mengajak pendukungnya pada 17 April nanti untuk ikut menjaga TPS agar tidak ada kecurangan. Bahkan lagi dan lagi, dirinya mengeluarkan pernyataan yang cukup terbilang menggelikan dan lucu.

Menurutnya, penting sekali menjaga TPS, untuk menghindari tuyul yang ingin ikutan nyoblos. "Lihat jangan sampai tuyul ikut nyoblos. Jangan sampai ada hantu-hantu ikut nyoblos. Sanggup? Berani?" ucapnya disambut teriakan massa.

Wajar apa gak aksi gebrak meja ini guys?
Wajar
Gak wajar ah, serem
212 votes

Komentar

Fresh