Prabowo Bicara Soal Teknologi Lama, Memangnya Enak Ya? | OPINI.id
Prabowo Bicara Soal Teknologi Lama, Memangnya Enak Ya?

Ini bukanlah sesuatu yang baru lagi. Prabowo Subianto capres 02 kerap kali menyebut jika kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Sedikit bingung, tapi bukankah di era Jokowi ini ada yang namanya amnesti ya?

Amnesti kan mendorong para pengusaha buat mengembalikan tabungannya ke ibu pertiwi, tapi gak tahu sih gaung amnesti ini dan bagaimana hasil kelanjutannya. Kita sudah terbuai dengan pemberitan Pilpres 2019. Bahkan, kamu aja baca kan artikel ini?

Ada yang menarik saat debat Pilpres 2019 ke empat dilakukan. Hal menarik, lucu, dan gimana gitu jadi gak enak bahasnya ini datang dari Prabowo Subianto guys. Awalnya sih mantan Danjen Kopasus ini menjawab berbagai pelayanan berbasis elektronik yang sudah dibangun di era Joko Widodo ini.

menurut orang yang mengaku lebih dari TNI ini, jika tidak political wil dari pemerintah untuk mengubah sistem ekonomi, maka sistem elektronik yang dibangun hanya terlihat indah dan bisa menimbulkan kerugian buat negara.

"Untuk apa cepat kalau cepatnya adalah kekayaan kita mengalir ke luar negeri. Saya lebih baik pakai teknologi lama, tapi kekayaan Indonesia tidak keluar dari Indonesia," kira-kira seperti itu akhir kalimatnya.

Yuk kita buka fakta, apakah enak kita kembali ke teknologi lama seperti yang pernah diutarakan oleh Prabowo Subianto.

Bertanya Untuk Mencari Alamat Atau Membuka Peta

Jika ingin bepergian kemana saja, di era teknologi lama kita tidak bisa menggunakan google maps ataupun waze. Salah satu cara yang paling bagus adalah bertanya. Selain bertanya kita juga bisa menggunakan peta untuk menemukan lokasi yang sedang dicari.

Telepon Tiga Detik

Sebelum masuk era aplikasi whatsApp, Line dan sebagainya. Kita tidak bisa bebas berkomunikasi. Jikalaupun ingin mengirimkan pesan, kita mesti menyediakan pulsa.Paling kita bisa menggunakan three second, yaitu telepon tiga detik tanpa kena pulsa. "Lagi Dimana," terus matiin telepon begitu terus. Apa mau balik gini lagi?

Televisi Konde dan Antena Manual

Zaman dulu alias era dulu biarpun orang kaya punya televisi 20-30 inc tetap saja berkonde. Kita harus menyiapkan tempat lebih hanya untuk menaruh televisi. Sedangkan di zaman sekarang, televisi sudah berinovasi jadi LED.

Begitu juga dari sistem siaran. Dulu kita harus manual mengatur gambar di televisi agar bagus dan bisa menjangkau stasiun televisi yang diinginkan. Sekarang antena manual sudah tidak diperlukan lagi karena sudah ada teknologi tv kabel dan internet tv.

Kalau orang masih pakai teknologi jadul kira-kira kenapa ya?
Susah ngikutin zaman
Nostalgia aja
Gak bisa move on
71 votes

Komentar

Fresh