Kecanggihan Tiga Senjata Baru Milik TNI AD | OPINI.id
Kecanggihan Tiga Senjata Baru Milik TNI AD

Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kodiklat atau Pussenarmed Angkatan Darat, kini telah memiliki alutsista persenjataan modern baru. Tentunya dengan kehadiran alutsista modern ini, dapat meningkatkan kesiagaan dan memberikan pencegahan datangnya lawan dari negara lain yang ingin menguasai wilayah NKRI. Saat ini ada tiga alutsista yang menjadi prioritas Pussenarmed, yaitu Meriam GS M109. Meriam Caesar 155, dan roket Astros II.

Dilansir liputan6.com, Jumat (29/3/2019), Komandan Pusdik Armed Pussenarmed Kodiklat AD, Kolonel Arm. Djoni Prasetyo di PusdikArmed, Cimahi, Jawa Barat, mengatakan persenjataan tersebut merupakan salah satu bentuk modernisasi di tubuh TNI AD, khususnya Pussenarmed.

Nah, seperti apa kecanggihan tiga senjata baru milik TNI AD ini? Dikutip dari situs tniad.mil.id, indomiliter.com dan merdeka.com, berikut ulasannya: 

Meriam 155 mm GS M109/tniad.mil.id

Meriam GS M109. Kehadiran meriam GS M109 dari Belgia, sebagai alutsista ‘kelas berat’ ini jelas membawa arti penting bagi modernisasi persenjataan di lini Armed TNI AD, khususnya pada Self Tracked Propelled Howitzer yang selama puluhan tahun mengandalkan AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.

Dalam ruang M109, pasukan bisa lebih leluasa menentukan tata letak pengaturan, pasalnya letak mesin berada di sebelah kanan, dan ruang pengemudi di sebelah kiri. Pengemudi juga dilengkapi dengan 3 unit periskop, untuk membantu memantau kondisi malam hari. Kelebihan lain dari Meriam GS M109 A4 ini adalah adanya penambahan filter anti nubika (nuklir, biologi dan kimia).

Meriam 155 mm GS M109/tniad.mil.id

Meriam GS M109 dipersenjatai Browing M2HB kaliber 12,7 mm sampai peluncur granat. Dari aspek fire power, M109 mengadopsi jenis L/39 Howitzer M185 kaliber 155 mm. Jarak tembak konvensionalnya mencapai 18 km. Kalau menggunakan RAP (Rocket Assisted Projectile), jarak tembak proyektilnya mencapai 30 km.

Pola pengisian amunisi masih manual, maka akan berpulang pada kecakapan dari team loader itu sendiri. Secara teori bila awak M109 cukup terlatih, maka dalam satu menit bisa ditembakkan 4 proyektil, namun untuk tembakan berkelanjutan umumnya satu menit satu proyektil. Dalam sekali jalan, kubah M109 dapat dimuati 39 amunisi, termasuk 2 copperhead rounds.

Meriam Caesar 155 mm TNI AD/kostrad.mil.id

Meriam Caesar 155. Meriam CAESAR atau CAmion Equip d'un Systme d'ARtillerie, berkaliber 155 mm. Dengan kehadiran Self Propelled Howitzer kelas berat yang berbobot 18,5 ton ini, TNI-AD sudah melengkapi diri dengan alutsista yang kemampuannya mulai masuk ke skala strategis, bukan cuma sekedar taktis.

Caesar 155 adalah howitzer pertama milik TNI-AD yang berkemampuan swa gerak dan memiliki daya jangkau tembakan sejauh 39 km. Meriam ini juga mampu menembakkan 6 amunisi berbobot 47 kg dalam 1 menit. Meriam canggih ini dibuat oleh Nexter GIAT, sebuah perusahaan persenjataan di Roanne, Prancis. Howitzer Caesar ini memiliki desain yang lebih inovatif dibandingkan howitzer jenis sebelumnya yang menggunakan roda rantai (tracked).

Meriam Caesar 155 mm TNI AD/kostrad.mil.id

Dalam pengirimannya ke medan tempur, Caesar 155 selalu dibawa oleh truk bermesin Renault berbobot 19 ton. Meski truk ini berat, ia dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam (off-road) dan 100 km/jam (on-road), sehingga bisa dibilang Caesar 155 memiliki mobilitas yang tinggi. Truk ini memiliki tangki bahan bakar yang besar hingga mampu digunakan hingga jarak hingga 600 km.

Howitzer Caesar 155 dapat diangkut oleh pesawat pengangkut militer, seperti C-130 Hercules milik TNI-AU atau pun A-400M. Maka, Caesar dengan mudah dan cepat setiap saat dibutuhkan bisa disebar ke daerah konflik.

Sistem penembakan pada Meriam Caesar 155 juga sudah dibuat otomatis, termasuk proses penyiapan dan pemasukan amunisi ke meriam. Truk ini membawa 18 amunisi yang ditempatkan dengan sangat aman di bagian kanan, sementara 18 fuse (sumbu)-nya ditempatkan di sebelah kiri. 

Roket Astros/tniad.mil.id

Roket Astros. Astros adalah singkatan dari Artilery Saturation Rocket System, termasuk roket multipel yang diproduksi perusahaan Avibras, Brasil. Roket Astros dengan desain modular memiliki roket dengan kaliber mulai dari 127 mm hingga 300 mm. Senjata ini diletakkan pada Tectran VBT-2028 6x6 untuk meningkatkan mobilitas.

Roket Astros juga meningkatkan kemampuannya dengan membuat senjata terbaru, Astros 2020 (Mk6). Roket ini memiliki jarak capai tembakan yang bervariasi mulai dari 10 km, 30 km, 40 km, 60 km, hingga 80 km yang nantinya bisa di-uprgade hingga sejauh 300 km. Bahkan satu amunisi Roket Astros bisa memiliki daya ledak hingga radius satu hektar persegi.

Astros 2020 juga dilengkapi dengan roket GPS 180 mm yang disebut SS-AV-40 dengan jangkauan 40 km, dan roket SS-150 yang baru dikembangkan dengan jangkauan maksimum 150 km. Senjata ini kini telah ditempatkan di Pulau Natuna, dan memang tujuannya ditempatkan di wilayah-wilayah terluar di Indonesia.

Dibanding sama angkatan darat Malaysia, kira-kira TNI AD gimana?
Lebih kuat dong
Sama saja
Kalah kuat
81 votes

Komentar

Fresh