Ribut Bagi-bagi Jatah Menteri Prabowo-Sandi | OPINI.id
Ribut Bagi-bagi Jatah Menteri Prabowo-Sandi

Jatah menteri menjadi janji politik pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Bahkan, nama-nama profil kandidat menteri sudah digadang-gadang saat kampanye. Belum menang padahal.

Tujuan membuka wacana nama calon menteri mungkin sebagai gimmick kampanye untuk menarik perhatian pemilih. Alasan klasiknya biar pemilih tahu siapa orang-orang yang akan duduk di pemerintahan yang harus mereka dukung.

Namun, alih-alih mendapat simpati publik. Wacana jatah menteri dan kandidat menteri justru malah bikin ribut partai koalisi.

Dalam kampanye terbuka di Bandung, Kamis (28/3/2019), Prabowo menyebut para politisi yang datang saat itu pantas menjadi menterinya kalau menang.

Ada Zulkifli Hasan (Ketua Umum PAN), Sohibul Iman (Ketua Umum PKS), Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jawa Barat), Hinca Pandjaitan (Sekjen Demokrat), Priyo Budi Santoso (Sekjen Partai Berkarya), Eddy Soeparno (Sekjen PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono (Komandan Kogasma Partai Demokrat).

Prabowo kelihatannya memang sudah menyiapkan susunan kabinet jauh-jauh hari. Adiknya yang juga Direktur Komunikasi BPN, Hashim Djojohadikusumo mengatakan porsi menteri sudah ditentukan bahkan hingga namanya.

"Kita kan sudah sepakat dengan PAN, kalau Pak Prabowo dan Pak Sandi menang itu sudah ada 7 menteri akan nanti alokasi untuk PAN, 6 kursi menteri untuk PKS," ujar Hashim.

Sementara untuk partai lainnya masih dibicarakan. Termasuk Demokrat dan Berkarya. Posisi AHY pun masih dipertimbangkan.

Kritik datang dari para politisi Demokrat. Andi Arief malah meminta Hashim belajar dari Perang Uhud. Jangan merasa menang terlebih dulu sebelum berjuang habis-habisan.

"Nabi Muhammad pernah hampir terbunuh dalam Perang Uhud karena pasukannya berebut rampasan perang akibat salah informasi seolah-olah perang sudah menang," ujar Andi Arief.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan juga bilang partainya gak mau buru-buru bicara menteri sebelum keluar hasil Pilpres. Demokrat hanya ingin fokus menang dulu.

Menurut AHY, membicarakan menteri di saat masa kampanye juga tidak mendesak dilakukan. Ia tetap fokus memenangkan Prabowo-Sandi dulu.

"Kalau kita berbicara tentang jabatan menteri, berapa porsinya, di pos apa saja, maka ini khawatirnya justru akan melukai perasaan rakyat," ujar AHY saat kunjungan di Semarang.

Bukan kali ini koalisi pendukung Prabowo-Sandi sibuk dengan isu bagi-bagi jatah menteri. Pada pertengahan Februari 2019 lalu sempat beredar nama-nama menteri kabinet Prabowo-Sandi.

Ada nama Fadli Zon sebagai Kemendagri, Djoko Santoso sebagai Kemenko Polhukam, dan Ahmad Riza Patria di Kementerian Penanggulangan Bencana. Saat itu daftar tersebut dibantah BPN Prabowo-Sandi.

"Bagi-bagi kue mah belakangan, jangan sekarang udah euforia kemenangan terus kemudian mau bagi-bagi kue ternyata nanti nggak waspada," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad waktu itu.

Perlu diobrolin sekarang gak sih kandidat-kandidat menteri?
Perlu dong biar pada tau
Gak perlu banget
Serahin ke presiden terpilih aja
554 votes

Komentar (5)

Fresh