Ngapain Sih Tarik-tarik Novel Baswedan ke Politik? | OPINI.id
Ngapain Sih Tarik-tarik Novel Baswedan ke Politik?

Jelang Pemilu 2019 yang akan berlangsung beberapa minggu lagi, nama penyidik KPK Novel Baswedan ditarik-tarik ke ranah politik. Bahkan sampai berkembang isu liar kalau dia adalah orang Partai Gerindra.

Kalau dirunut, isu ini berawal dari gimmick nama-nama menteri yang dilontarkan Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Bandung, Kamis (28/3/2019).

Saat itu, Prabowo menyebut ada beberapa nama yang akan dia pilih menjadi menteri kalau menang Pilpres 2019. Antara lain Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ahmad Heryawan, Sohibul Iman, Zulkifli Hasan, dan Hinca Pandjaitan.

Sehari kemudian, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade menambahkan kandidat jaksa agung yang dipilih Prabowo jika menang. Salah satunya Novel Baswedan. Dia juga sebut kandidat lainnya juga yakni Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga mengatakan kalau Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyuono bahkan menyebut Novel sebagai "orang kita".

Endorsement inilah yang bikin Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mempertanyakan. Dia minta KPK mengklarifikasi isu kalau Novel Baswedan adalah orang Partai Gerindra.

"Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," kata Neta dalam pernyataan tertulis.

KPK langsung membantah isu tersebut. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menekankan bahwa seluruh jajaran KPK netral dan tak berpolitik praktis. Novel Baswedan juga menurutnya sudah membantah.

"Jangan tarik KPK ke isu politik praktis karena itu hanya akan merugikan upaya pemberantasan korupsi," ujar Febri Diansyah.

Memang tujuan tim sukses Prabowo mengangkat nama-nama calon menteri mungkin untuk membuka wacana publik. Mungkin juga buat bumbu kampanye. Tapi, kalau malah jadi isu liar bakal kontraproduktif.

Sudahlah. Biarkan KPK dan penyidik-penyidiknya fokus pada upaya pemberantasan korupsi. Tidak perlu ditarik-tarik ke ranah politik.

Oke gak sih ngomongin calon menteri buat bahan kampanye?
Ga papa sih
Baiknya jangan
Pilih-pilih orang lah
230 votes

Komentar

Fresh