Alasan 4 Pejabat Diincar Pembunuh Bayaran | OPINI.id
(Audio On)
Next Podcast

Alasan 4 Pejabat Diincar Pembunuh Bayaran

Polisi telah menangkap tersangka pembunuh 6 pembunuh bayaran yang mengincar 4 pejabat negara dan 1 petinggi lembaga survey politik. Enam tersangka berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF ini ditangkap sebelum mengeksekusi target.

Sasaran mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gories Mere.

Menurut keterangan para tersangka, Jendral Polisi Tito Karnavian menjelaskan mereka dibiayai sekitar Rp 150 juta dan dipersenjatai dengan laras panjang serta pistol. Mereka juga bersaksi bahwa pendana dan aktor intelektual adalah tokoh nasional yang sering muncul di Pilpres 2019. Namun, polisi tidak ingin menginformasikan identitas aktor lebih jauh demi keamanan penyelidikan.

Peneliti LIPI Muhammad Haripin menganalisis alasan mengapa tersangka incar 4 pejabat tinggi bukan presiden langsung. Karena mengincar orang nomor Indonesia sangat sulit, mereka harus menembus pertahanan Paspampres dan prediksi data intelijen. Target 4 tokoh vital menjadi pilihan yang rasional.

Empat target ini dinilai sangat vital dari segi jabatan yang mereka pimpin. Wiranto sebagai Menko Polhukan dan Luhut sebagai Menko Kemaritiman adalah posisi yang strategis dibidang keamanan negara. Selain itu mereka juga dikenal sangat dekat dengan orang nomor 1 di Indonesia. Sehingga, jika mengancam keamanan 2 menteri ini dapat mengancam keamanan presiden.

Dua tokoh lainnya Kepala BIN Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden bidang Intelijen Gories Mere posisi vital lainnya. Vital karena mengisi posisi intelijen dan informasi keamanan negara.

Menurut Haripin sangat mudah ditebak, ada anggapan umum jika ingin mengancam keamanan negara incar intelijen. Karena intelijen punya segudang informasi dan prediksi soal keamanan negara.

Komentar