Aksi 22 Mei, Mau Ngapain Sih? | OPINI.id
(Audio On)
Next Podcast

Aksi 22 Mei, Mau Ngapain Sih?

asil rekapitulasi Pemilu 2019 sudah diumumkan oleh pihak KPU kepada masyarakat. Sejumlah masyarakat tidak merasa puas dengan hasil pemilu dan akan melakukan demonstrasi di depan Gedung KPU dan Bawaslu. Rencana pergerakan massa akan dipastikan penuhi beberapa titik di Jakarta pada tanggal 22 Mei 2019 hari ini.

Unjuk rasa massa ini sudah diprediksi seiring jalannya hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU.

Gerakan massa dinamai dengan Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat perubahan nama dari people power inisiatif Amien Rais yang tidak puas dengan hasil Pemilu. Amien menduga terdapat kecurangan yang dilakukan oleh pihak tertentu secara terorganisir, sistematis dan masif atau ia sebut TSM. Berangkat dari dugaan tersebut Amien mencetuskan pergerakan rakyat yang merasa dicurangi dan dibodohi dari proses demokrasi.

GNKR mempunyai agenda unjuk rasa menuntut kecurangan diduga dilakukan oleh KPU kerjasama dengan salah satu kandidat capres. Massa akan menuntut beberapa isu seperti menolak hasil pemilu, penyelidikan kematian KPPS, audit situng KPU dan bentuk tim pencari fakta kecurangan pemilu. Aktor yang terlibat terdiri dari berbagai elemen masyarakat mulai dari Presidium Alumni 212, FPI, Purnawirawan TNI-Polri Pendukung Prabowo dan pendukung paslon 02.

Polda Metro Jaya juga sudah menerima surat izin perihal pergerakan massa di beberapa titik Jakarta. Mapolda terima 6 surat izin yang terdiri dari berbagai elemen massa seperti pendukung paslon 02 dan aktivis 98. Dari surat izin Polda Metro perkirakan mulai dari 21 Mei malam hari sampai 22 Mei ada 1.000 partisipan berunjuk rasa di KPU dan Bawaslu.

Polisi sudah persiapkan massa aksi yang akan penuhi Jakarta dengan mempersiapkan 45.000 personil polisi serta 20.000 TNI juga ikut amankan Jakarta dari potensi kerusuhan.

Aksi pergerakan massa 22 Mei ini sempat diwarnai dengan ancaman kerusuhan dan teror. Pimpinan elemen massa siap bertanggung jawab atas kerusuhan yang akan mungkin terjadi. Sedangkan polisi lewat Densus 88 sampai Sabtu 18 Mei sudah amankan 86 terduga teroris, 29 diantaranya berencana melakukan pemboman di aksi 22 Mei.

Komentar (1)