Danau Paling Mematikan | OPINI.id

Danau Paling Mematikan

Sebuah danau biasanya menyuguhkan pemandangan yang indah dan juga jauh dari kata mematikan. Namun, ada sebuah danau di Afrika yang dianggap paling mematikan di dunia. Pasalnya, danau tersebut telah menelan korban tewas lebih dari 1.746 orang hanya dalam satu malam. Bahkan saking mematikannya, penduduk lokal menyebut Danau Nyos sebagai "The Bad lake" atau Danau Jahat. Penduduk setempat percaya bahwa kematian 1.746 orang yang tinggal di sekitar danau yang terletak di wilayah barat Laut Kamerun itu, diakibatkan oleh kekuatan jahat yang muncul di sana. Dilansir Atlas Obscura, danau yang terbentuk sekitar 400 tahun lalu itu sebenarnya merupakan kawah vulkanik dari sebuah gunung berapi. Oleh sebab itu, danau ini memiliki kadar CO2 yang tinggi, karena terbentuk oleh aktivitas gunung berapi yang ada di bawahnya Bencana yang terjadi pada 21 Agustus 1986 itu diakibatkan oleh semburan gas CO2 yang terjadi secara tiba-tiba dan dalam jumlah besar. Tidak diketahui apa penyebab semburan gas CO2 tersebut, tetapi diperkirakan fenomena ini adalah Erupsi Limnic, salah satu erupsi paling langka di dunia. Ledakan gas yang terjadi di Danau Nyos menimbulkan gelombang tsunami kecil dan melepaskan sekitar 1,2 Kilometer kubik gas CO2 yang menyelimuti Desa Nyos, Kam, Cha, dan Subum yang berada di sekitar danau. Desa-desa di dekat danau hampir tidak memiliki peluang untuk bertahan hidup. Misalnya saja di Desa Nyos, sekitar 800 warganya tewas dan hanya enam orang saja yang berhasil selamat. "Saya tidak bisa bicara dan tidak bisa membuka mulut, karena saya mencium sesuatu yang mengerikan. Saya mendengar putri saya mendengkur dengan cara yang mengerikan dan tidak wajar. Ketika mendatangi tempat tidurnya, saya pingsan dan jatuh. Saya ingin bicara, tetapi napas tidak mau keluar dan putriku ternyata sudah meninggal," ujar Joseph Nkwain, salah satu orang yang selamat dalam bencana mengerikan tersebut. Menurut para peneliti, satu galon air di Danau Nyos, terkandung lima galon gas CO2. Desa Nyos, Kam, Cha, dan Subum semuanya musnah, dan lebih dari 3.500 hewan ternak binasa dalam hitungan menit. Danau itu sendiri berubah dari biru jernih menjadi merah tua, perubahan yang disebabkan oleh tekanan gas yang bergejolak dari bawah. Sejak bencana mematikan ini, Danau Nyos dipantau secara rutin dan kerap dilakukan proses degassing atau pelepasan gas secara sederhana. Sebuah pipa dipasang di tengah-tengah danau yang membentang ke dasar, agar gas dapat keluar secara perlahan. Namun, hal ini dinilai belum cukup untuk mencegah kejadian yang ada di danau tersebut. Karena, berdasarkan pantuan, Danau Nyos sekali lagi berada pada tingkat CO2 yang lebih tinggi dari pada tahun 1986, yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan bencana beruntun, seperti banjir bandang dan ledakan gas beracun secara bersamaan. Selain Danau Nyos, ada danau yang dianggap berbahaya lainnya, yaitu Danau Kivu. Danau ini 1.000 kali lebih besar luasnya dari danau Nyos, apalagi danau tersebut berada di daerah yang jauh lebih padat penduduknya. Telah terbukti Danau Kivu memiliki catatan sejarah yang juga mengerikan, karena makhluk hidup yang ada di sekitar danau punah setiap seribu tahun. Dan saat ini, para ilmuwan percaya bahwa bencana vulkanik tersebut dapat menyebabkan peristiwa yang sama seperti di Danau Nyos dan bahkan bisa terjadi pada skala yang jauh lebih besar. Simak berbagai opini masyarakat dan berikan opinimu disini: http://opini.id Twitter: https://twitter.com/OPINI_id Instagram: https://www.instagram.com/opiniid/ Facebook: https://www.facebook.com/Opinidotid
Komentar
Fresh