Bisnis Genteng Dari Sisa Perang | OPINI.id

Bisnis Genteng Dari Sisa Perang

Konflik berkepanjangan di Somalia membuat sejumlah orang mengungsi mencari tempat yang aman. Pertempuran sengit selama bertahun-tahun di kota dan pantai telah menghancurkan infrastruktur dan membuat gedung-gedung yang bertahan dipenuhi lubang-lubang peluru. Dikutip dari Reuters Pemerintah Somalia saat ini berjuang untuk mengendalikan konflik, di mana militan Islam dari kelompok Al Shabaab yang terkait dengan Al Qaeda masih melancarkan serangan. Ahmed Abdullah pria asal Mogadishu, Somalia melihat peluang bisnis dengan mengumpulkan puing-puing sampah plastik di pinggir jalan Mogadishu untuk didaur ulang menjadi genteng. Ahmed Abdullah merekrut sejumlah orang dari pengungsi konflik panjang Somalia dan mengirim mereka keluar untuk mengumpulkan kantong plastik, botol, dan pembungkus untuk dijadikan genteng dan barang daur ulang lainnya. Maryan Abdullahi, seorang ibu berusia 35 tahun yang terlantar akibat konflik di Somalia, mengatakan bahwa dia berjalan lebih dari 10 km sehari mencari plastik yang bisa didaur ulang. mereka dibayar 3.000 shilling Somalia (USD 0,18) atau sekitar Rp 2500 untuk setiap kg sampah yang ia bawa.
Komentar
Fresh