Grasi Untuk Pembunuh Wartawan | Opini.id
Next Video

Grasi Untuk Pembunuh Wartawan

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menyesalkan penyunatan hukuman pembunuh wartawan Radar Bali, I Nyoman Susrama. AJI Denpasar pun meminta penyunatan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi 20 tahun itu dianulir. Nandhang mengatakan pengungkapan kasus pembunuhan Prabangsa pada 2009 merupakan salah satu bukti penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. Sebab, menurutnya, selama ini kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia tidak diungkap tuntas dan dihukum berat. Nandhang mengenang tak mudah mengungkap kasus tersebut. Karena itu, pemberian potongan hukuman dari pidana penjara seumur hidup menjadi 20 tahun dinilai sangat disesalkan dan merupakan langkah mundur. Dengan pertimbangan tersebut, AJI Denpasar berharap potongan hukuman tersebut bisa dicabut. Untuk itu, AJI Denpasar menuntut agar pemberian grasi kepada otak pembunuhan AA Gede Bagus Narendra Prabangsa dicabut atau dianulir. Untuk diketahui, kasus ini terjadi pada 2009. Susrama, yang merupakan adik pejabat Bangli, membunuh jurnalis Radar Bali terkait kasus dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan. Mayat Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, 16 Februari 2009, dalam kondisi mengenaskan.
Komentar (1)
Fresh