Hoax Beredar Pasca Tsunami | Opini.id
Next Video

Hoax Beredar Pasca Tsunami

Pasca tsunami melanda Selat Sunda, beredar kabar bohong yang cuma bikin panik masyarakat. Setidaknya ada beberapa kabar dipastikan hoax perlu kita waspadai. Biar gak muncul kepanikan dan memperkeruh suasana penanggulangan bencana. Pertama, beredar kabar hoax soal prediksi BMKG terjadinya tsunami susulan yang akan kenimpa daerah Cilegon, Serang dan Bandar Lampung. Dalam postingan Facebook tersebut tsunami susulan akan terjadi saat pergantian hari tanggal 24 Desember 2018. Faktanya BMKG gak pernah memprediksi atau mengabarkan tsunami susulan yang terjadi pada daerah tersebut. Nyatanya di tanggal 24 Desember gak terjadi apa-apa. BMKG cuma ingatkan warga agar terus waspada karena Gunung Krakatau masih aktif, longsoran dari badan Gunung Krakatau bisa berpotensi tsunami. Ada lagi SMS yang beredar soal ‘Bencana Akhir Tahun’. Isi dari SMS tersebut mengingatkan masyarakat dari tanggal 21 Desember hingga pergantian tahun akan terjadi bencana yang menimpa Indonesia, masyarakat pun diminta waspada. SMS tersebut diadukan oleh seorang pengguna Twitter ke BMKG dan dapat dipastikan info tersebut adalah hoax. BMKG meminta perhatikan sumber informasi terkait bencana dan andalkan info bencana lewat akun-akun sosial media resmi institusi terkait. BMKG menambahkan masyarakat terus lanjutkan liburan tahun baru dengan tenang. Kabar hoax satu lagi tentang alat pendeteksi letusan gunung. Beredar sebuah foto alat yang dikatakan sebagai alat pendeteksi letusan gunung yang bisa prediksi 2 jam sebelum letusan terjadi. Faktanya alat tersebut adalah sirine peringatan letusan Gunung Agung di Bali. BNPB bilang alat tersebut bisa di pindah-pindahkan dan tujuannya untuk peringatan ke warga pasca letusan. Alat tersebut gak bisa medeteksi letusan gunung. Kalo mau bikin masyarakat waspada edukasi doong cara evakuasi dan tanda-tanda alam. Jangan sebar hoax, cuma bikin masyarakat panik.
Komentar
Fresh