Gunung Semeru Pake Topi | Opini.id

Gunung Semeru Pake Topi

Senin (10/12/2018) pagi, awan putih yang terlihat menghiasi puncak Gunung Semeru sempat viral dan jadi pembicaraan banyak orang. Pasalnya bentuk awannya bukanlah awan biasa, tapi berbentuk lingkaran atau piring raksasa, hingga Gunung Semeru tampak seperti sedang memakai topi. Fenomena ini oleh orang jawa disebut Caping Gunung, atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Lenticular over Mountain atau Pancake Cloud, yang bentuknya mirip topi caping, topi khas petani di Indonesia. Hal ini sebenarnya bukan fenomena langka, karena bisa terjadi di semua bukit maupun puncak gunung di seluruh dunia. Lenticular Clouds (Altocumulus lenticularis atau Lenticularis stand altocumulus) merupakan sejenis awan yang unik dan biasanya terbentuk di sekitar bukit-bukit dan gunung-gunung akibat pergerakan udara di kawasan pegunungan. Awan ini dinamakan lenticularis yang artinya "berbentuk lensa", dan biasanya cukup disebut sebagai awan "lennies". Fenomena alam ini dapat terbentuk karena adanya arus udara lembab ke arah atas, yang melintas melalui gunung hingga ke puncaknya. Hal ini menyebabkan kondisi kelembapan pada area yang dilintasinya berubah, mengembun, dan akhirnya membentuk awan yang bertumpuk-tumpuk. Kondisi awan seperti ini biasanya bisa berlangsung berjam-jam bahkan sampai berhari-hari. Bagi dunia penerbangan awan Lenticular ini sangat mematikan karena sang awan bisa menyebabkan turbulensi bagi pesawat yang nekad memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular. Turbulensi adalah sebuah gerakan udara yang tidak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara atau suhu. Fenomena semacam itu jelas sangat berbahaya bagi penerbangan.
Komentar
Fresh