Lawan Ekstrimisme Lewat Komedi | OPINI.id

Lawan Ekstrimisme Lewat Komedi

Ajang penghargaan tertinggi media Inggris BBC 100 Women telah umumkan 100 perempuan yang inspiratif dan berpengaruh. Dari 100 orang yang terpilih, Terselip nama Sakdiyah Ma’aruf yang merupakan komedian tunggal hijab pertama di Indonesia. Diyah panggilan akrabnya, Terpilih karena aksi ngelucunya di atas panggung. Perempuan 36 tahun ini mengangkat tema-tema seputar Islam terutama ekstrimisme dan konservativisme Islam. Ia merasa gelisah melihat aksi-aksi radikal beberapa kelompok masyarakat indonesia terlebih di tahun politik. “Di masa post-reformasi, kita menghadapi minoritas keturunan Arab yang bersuara lantang, termasuk kelompok radikal, dan fundamentalis,” ungkapnya saat diwawancara BBC Indonesia. Gak cuma pemikiran dan perilaku radikal yang disindir, Isu kekerasan perempuan juga suka dibawain dipanggung. Diyah selalu menyindir ketidakadilan perkawinan paksa yang terjadi di sejumlah negara yang masih memiliki aliran Konservatisme Islam. Ada orang bilang ke saya, "Ya mirip orang India dan Pakistan kamu ya". Saya jawab, "Ooh itu negara yang sama-sama banyak pernikahan anaknya yaa,” canda Diyah yang terlihat dalam sebuah video. Sebagai keturunan Arab dia juga merasa heran dengan stereotip orang-orang keturunan Arab. Dia pernah bercanda soal dirinya pernah ditanya, Apakah pakai hotpants itu haram?, Apakah jihad itu boleh?. Pertanyaan itu muncul karena penampilannya yang "Arab". Perjalanan karirnya dalam komedian tunggal dimulai sejak kecil. Diyah sejak SD hidup dengan tontonan Komedi situasi (Sitkom) asal Amerika. Ketertarikannya semakin kuat terhadap komedi ketika SMA, Ia menemukan DVD berisi film Robin Williams. Diyah percaya kalau orang-orang Arab itu sebenarnya humoris. Ia bercerita saat kumpul keluarga yang laki-laki terus berguyon dan tertawa semalaman. “Mereka adalah humoris yang berbakat, meski terkadang materinya sangat menonjolkan kesuperioritasan. Dari situ saya bertanya, "Kenapa orang-orang Arab di Timur Tengah suka marah bahkan doyan perang, padahal mereka sangat suka bercanda?” cerita Diyah pada BBC Indonesia. Tahun 2011 perempuan lulusan sastra Inggris ini mulai menjadi Komedian di salah satu acara di Stasiun Televisi Swasta. Sejak itu ia bertemu dengan Raditya Dika, Panji, dan Dedengkot komedian tunggal lainnya. Sampai sekarang ia terus ngelucu membawakan isu-isu yang gak mudah dicerna, berkualitas, dan dibawakan ke panggung. Tujuannya adalah menghibur serta menyampaikan pesan tentang masalah Ekstrimisme Islam dan Kekerasan pada perempuan.
Komentar (1)
Fresh