Perda Jangan Diskriminatif | Opini.id
Next Video

Perda Jangan Diskriminatif

Perda (Peraturan Daerah) berlandaskan agama picu kontroversi. Yenny Wahid, putri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tolak Perda ini karena berpotensi timbulkan diskriminasi ke kaum minoritas. "Soal perda yang punya potensi untuk mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu, terutama kelompok minoritas, tentunya tidak boleh ada di Indonesia," ujar Yenny seperti dilansir Cnnindonesia.com. Sebelumnya, Ketum PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Grace Natalia sudah lebih dulu tolak Perda berlandaskan agama. Serupa dengan Yenny, PSI sebut kalau Perda Syariah dan Injil picu diskriminasi ke warga negara. Gara-gara pernyataan ini, Grace dilaporkan ke polisi atas dugaan penistaan agama. Sementara itu, PDIP melalui sekjennya Hasto Kristiyanto juga tolak Perda ini dengan sebut kalau Perda harus tunduk sama konstitusi, yaitu UUD Negara RI tahun 1945. Penolakan para politisi ini bukan tanpa dasar. Komnas Perempuan melalui ketuanya Azriana Manalu udah sampaikan kalau diskriminasi lewat kebijakan itu beneran ada pada bulan Agustus 2018 lalu. "Terakhir juga sudah disampaikan pada Agustus, ada 421 kebijakan diskriminatif, bentuknya 56 persen Perda. Lainnya surat edaran, keputusan kepala daerah dari tingkat kelurahan sampai desa. 333 dari 421 itu menyasar perempuan," ujar Azriana di kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Senin(19/11/2018) seperti dilansir Cnnindonesia.com. Padahal harusnya aturan hukum itu buat semua orang, bukannya buat 1 golongan. Apalagi sampai rugikan golongan lain. Parahnya, Perda model ginian biasa dipakai politisi buat tunggangan politik biar dapat kekuasaan. Awas jangan mau dimanfaatin, guys!
Komentar
Fresh