Cuci Otak Terawan Laku di Vietnam | OPINI.id

Cuci Otak Terawan Laku di Vietnam

Masih inget gak dengan dr. Terawan yang terapi penyembuhan strokenya pernah jadi kontroversi? Sekarang dr. Terawan bawa kabar baik untuk dunia medis Indonesia. Terapi cuci otak andalannya bakal ngobatin 1000 pasien dari Vietnam. Perawatan menggunakan Digital Substraction Angiogrpahy (DSA) ini akan dilakukan selama 6 bulan ke depan di RSPAD Gatot Subroto. Kisaran biaya yang dipatok dalam pengobatan ini sekitar Rp 23-35 juta. “Buat DSA itu rata-rata 23-25 juta rupiah, tapi ada masalah lain seperti penunjang dokter-dokter untuk pemeriksaan yang membuat biaya membengkak. Belum lagi kaitan dengan penyakit lain,” kata Mayjen TNI Terawan Agus Putranto. Digital Substraction Angiogrpahy (DSA) atau dikenal cuci otak adalah metode penyembuhan penyakit stroke. Caranya cairan heparin disemprot ke otak melalui pembuluh darah guna membersihkan gumpalan yang menghambat penyebab stroke. Seperti menyemportkan air dengan tekanan tinggi ke got yang penuh sampah. Vietnam lewat duta besarnya ingin Indonesia dan Vietnam bisa kerja sama dalam bidang medis. Pham Vinh Quang menilai metode DSA jadi salah satu kemajuan dalam bidang kesehatan. Ia punya target untuk memboyong 20.000 pasien stroke di negaranya ke Indonesia. “Saya pikir Indonesia punya hubungan yang baik dengan Vietnam. 2013 kita udah kerja sama. Terakhir bertemu dengan Presiden Jokowi kami membahas kerja sama di bidang pariwisata, ekonomi, ilmu pengetahuan dan kesehatan. Sekarang kita focus di kesehatan,” kata dubes Vietnam tersebut. Kerja sama dibidang medis ini jadi pembuka program medical tourism di Indonesia. Medical tourism punya target jadikan Indonesia sebagai negara tujuan di bidang pengobatan. Selain kembangin bidang pengobatan Indonesia juga bisa tambah devisa negara. Proyek ini hasil kerja sama Kemenpar, Kemenkes, Vietnam dan pihak swasta.
Komentar
Fresh