Jenazah Lebih Awet Di Laut? | Opini.id
Next Video

Jenazah Lebih Awet Di Laut?

Sejauh ini Basarnas sudah menemukan 56 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji memprediksi masih banyak korban yang berada di tubuh pesawat. Sebab, hingga saat ini, yang ditemukan petugas baru potongan tubuh, bukan jenazah utuh. Umumnya, jenazah yang ditemukan di laut mengalami proses pembusukan yang lebih lama dibandingkan mayat di air tawar. Kandungan air laut yang mampu membuat massa tubuh manusia menjadi ringan menjadi penyebabnya. Jasad korban akan tenggelam dulu saat masuk ke air. Tiga hari kemudian, kuman yang ada di dalam tubuh akan menghasilkan gas sehingga tubuh korban membengkak. Seperti balon dan mengapung ke permukaan. Setelah itu, jika mayat tetap berada di laut dalam jangka enam hari, maka besar kemungkinan kondisi tubuhnya akan semakin hancur. Menurut Anton Castilani Mantan Direktur Eksekutif DVI “Setelah jasad 5-10 hari mengapung, gas-gas yang terdapat di usus dan lambung tersebut akan pecah, sehingga jasad korban kembali ke dasar laut. "Sesudah itu, tak akan naik lagi,"
Komentar
Fresh