Lion Air Biang Masalah | OPINI.id

Lion Air Biang Masalah

BPJS Ketenagakerjaan menemukan fakta bahwa gaji pilot Bhavye Suneja sebesar Rp 3,7 juta. Bhavye Suneja adalah pilot yang terbangkan pesawat JT-610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang. Ini dinilai tak wajar karena Bhavye sudah memiliki 6000 jam terbang. Sedangkan gaji co-pilot Harvino Rp 20 juta per bulan. Dan pramugari yang ada dalam pesawat tersebut Rp 3,6-Rp 3,9 juta per bulan. BPJS hanya menerima laporan dari pihak perusahaan. Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto bilang banyak perusahaan yang memalsukan laporan slip gaji karyawannya. Upaya ini dilakukan perusaah untuk menghindari bayar premi per bulan sebesar 5,7 % dari gaji karyawan. Masalah Lion Air gak cuma ini aja, maskapai lambang singa merah ini terkenal dengan manajemennya yang ‘sontoloyo’. Banyak keluhan-keluhan dari penumpang soal delay yang dilakukan oleh Lion Air. Keluhan juga datang karena kursi penumpang dalam pesawat penuh. Penumpang merasa terkejut bahwa kursi miliknya diduduki oleh orang lain. Selain itu masalah juga datang barang bawaan penumpang alami kerusakan. Gak heran, menurut pengamat penerbangan Ruth Hanna Simatupang tahun ini Lion Air jadi maskapai yang paling banyak delay. Lion Air juga punya masalah internal yang menghinggapi para pegawainya. Tahun 2016 pilot Lion Air adakan demo untuk tuntut soal uang transpot dan uang makan yang tak kunjung di reimburse. Dalam agenda demo yang sama mereka juga melayangkan protes karena jam terbang yang berlebihan. Belum lagi deretan 5 kecelakaan dalam 5 tahun terakhir. Di tahun 2013 Lion Air gagal mendarat di bandara Ngurai Rai, Bali. Anggota DPR RI komisi V Ridwan Bae mendesak pemerintah untuk menghentikan izin terbang Lion Air. Ridwan sudah bosan melihat kejadian-kejadian yang telah merugikan masyaraka ini. "Dan yang terjadi apa? Lion lagi, Lion lagi," keluhnya
Komentar (4)
Fresh