Deretan Hoax Penculian Anak | OPINI.id

Deretan Hoax Penculian Anak

Banyak isu penculikan anak, tapi bohong sebenarnya. Berita-berita tersebut dibumbui dengan isu pelaku yang pura-pura gila, penculikan anak organnya buat dijual dan tertangkapnya pelaku. Berikut beberapa kabar bohong soal penculikan anak. 1. Viral foto anak dikembalikan setelah diculik dan dicongkel matanya. Sang ayah memeluk anak dengan mata diperban dan berbaring di Kasur rumah sakit. Faktanya anak tersebut meninggal karena sakit. Anak yang biasa dipanggil Izul itu meninggal karena dehidrasi saat bermain sepeda. Siswa kelas 4 sekolah dasar yang bersekolah di daerah Cakung, Jakarta Timur itu bermain sepeda terlalu jauh. Sehingga, ia kehausan dan tidak memiliki uang untuk membeli air minum. 2. Video Viral seorang anak yang disander oleh penculik dengan senjata tajam. Kabar yang beredar kejadian terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan. Faktanya itu adalah peristiwa penyanderaan oleh seorang maling di Jambi. Pelaku sedang beraksi di siang hari dan ketahuan oleh orang tua si anak. Karena takut ditangkap pelaku menyandera anak pemilik rumah dengan harapan bisa kabur. Kejadian tersebut terjadi tahun 2010. 3. Foto Mayat dengan organ terburai. Kabar yang beredar itu adalah korban penculikan anak yang organnya dijual dan terjadi di daerah Kemayoran. Faktanya foto tersebut adalah korban perkosaan yang mayatnya dimutilasi. Mayat tersebut ditemukan disebuah kebun sawit di daerah Rokan Hilir, Riau. 4. Video viral seorang pelaku penculikan berbaju oranye yang tertangkap di daerah Talang Jambe, Palembang. Katanya pelaku menculik korban dimasukan ke dalam karung dan dijual organnya. Faktanya orang yang tertangkap dalam video tersebut adalah pelaku pencurian sebuah handphone. Pelaku tertangkap tangan mencuri handphone dari seorang warga. Warga kesal dan mengeroyok pelaku hingga babak belur. Karena isu ini sudah meresahkan masyarakat Polri akan ungkap fakta sebenarnya dari kabar penculikan ini. Polisi lagi buru pelaku penyebar kabar bohong untuk ditelusuri motifnya. Polisi juga menghimbau untuk tidak termakan isu hoax. Jika menemukan kejanggalan di daerah masing-masing langsung lapor ke pihak yang berwajib. Waspada terhadap anak boleh saja tapi jangan jadi panik dan menyebarkan kabar bohong gitu doong.
Komentar
Fresh