Jual Cilok Buat Sekolah | Opini.id
Next Video

Jual Cilok Buat Sekolah

Siswi SMK Bhakti Karya Ida Ayu Riski (20) mendadak viral gara-gara sebuah postingan di media sosial. Bukan karena kelakuan minusnya, melainkan perilakunya yang membanggakan. Ida ke sekolah sambil berjualan cilok buat biayai sekolahnya sendiri. Setiap berangkat ke sekolah ia kendarai sepeda berisi dagangan cilok. Di tengah jalan ada saja yang beli dagangannya. Di sekolah Ida gak sembarangan jajakan dagangan, ia hanya berjualan saat jam istirahat dan jam keluar sekolah. Bahkan Ida udah siap dengan alarm dihpnya buat ngingetin jam masuk kelas kembali setelah istirahat. Kalo dagangannya belum habis ia mangkal dulu sehabis pulang sekolah. Sebelum dagang ia sudah minta izin ke kepala sekolah biar gak ganggu proses belajar. Anak ke-7 dari 10 bersaudara ini gak malu jualan cilok sambil memakai seragam sekolah. “Kenapa malu? Saya malu kalo minta uang ke orang tua,” kata Ida. Sebenarnya Ida punya kakak yang tinggal terpisah bareng keluarganya masing-masing. Tapi ia terpaksa jualan karena tidak ingin membebani ibunya. Apa lagi setelah ayahnya sudah meninggal 2 tahun yang lalu, Ida merasa harus mencari biaya sekolah sendiri. Hasil jualan yang dibawa pulang dalam sehari Rp30.000-Rp 40.000. Keuntungannya itu, Ida simpan untuk biaya sekolah dan biayai kedua adiknya. Ibunya tinggal terpisah di Bekasi untuk kerja sebagai pedagang sayur bareng 1 adiknya. Sekarang ia tinggal di Karanganyar bareng adik di rumah neneknya. Siswi SMK jurusan akuntansi ini gak lupa buat belajar walau harus siapin dagangan. Setiap jam 8 malam Ida belajar dulu dan mengerjakan PR sekolah. Tidur dan jam 3 subuh udah bangun siapkan dagangan. Ida berangkat sekolah 6 pagi gowes sepeda dagangannya. Karena kegigihannya Ida diberikan modal tambahan jualan cilok dari Bupati Karanganyar. Juliyatmono ingin Ida tetap utamakan sekolah sambil berdagang. “Kami modali agar sukses dengan tetap sekolah sebagai prioritas utama,” kata Juliyatmono
Komentar (1)
Fresh