Hasil Setahun Pimpin Jakarta

Gak terasa ya, udah tepat setahun masa kepemimpinan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Masih pada inget gak janji-janji kampanyenya? Kita breakdown 1 1 yuk realisasi beberapa program unggulan Anies yang sampai bisa mengalahkan gubernur petahana waktu itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Yang pertama program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship).

Program yang katanya bisa bantu tingkatkan kewirausahaan warga Jakarta ini dinilai gagal. Lihat aja OK OCE Mart-nya aja udah banyak yang tutup. Yang masih bertahan juga gak banyak bantu jual produk wirausaha warga. Oke next program OK Otrip. Ini juga niatnya buat bantu warga miskin yang kerja jadi sopir angkot/tukang ojek. Nyatanya? program ini gak jalan dan ujung-ujungnya malah aja diganti jadi Jak Lingko.

Ada lagi nih KJP Plus, program yang digadang-gadang bakal lebih bagus dari program KJP-nya Ahok. KJP (Kartu Jakarta Pintar) Plus sendiri merupakan dana bantuan bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta. Realisasi program ini dinilai amburadul, karena dana yang seharusnya diterima pemilik kartu sulit dicairkan.

Kabar baiknya, Pemprov DKI Jakarta udah janjiin kalau pencairan dananya bakal jalan bulan November 2018 nanti. Nah yang terakhir nih yang paling heboh yaitu program rumah dengan DP 0%. Program inilah yang dianggap paling sakti bikin warga Jakarta lebih milih Anies daripada Ahok. Setelah berkali-kali di cancel, akhirnya program ini jalan juga dengan nama Samawa (Solusi Rumah Warga). Walau udah resmi jalan, tapi program ini dinilai gak bantu warga miskin.

Pasalnya, cicilan per bulan-nya berkisar dari angka Rp 2,1-2,6 juta. Sementara UMR Jakarta berada di angka Rp 3,6 juta. Mepet banget kan, kalau mau nyicil rumah tapi musti penuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Yah tapi gapapa lah kan yang penting programnya jalan. Tapi bikin heran juga sih, kenapa banyak programnya Anies yang gak kesampaian.

Padahal nih ya, nilai APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI Jakarta terus mengalami peningkatan di era Anies. Setelah APBD tahun ini naik jadi Rp 83,2 Triliun, APBD tahun depan diperkirakan naik lagi sebesar Rp 4 Triliun atau jadi sekitar Rp 87,3 Triliun. Wah kalau gini yang jadi masalah anggarannya kurang atau penyerapan anggarannya yang kacau, nih?

Show 13 Comments