Dua Kali Selamat Dari Tsunami | Opini.id

Dua Kali Selamat Dari Tsunami

Pria bernama Rahmat Saiful Bahri ini beruntung banget. Pasalnya, ia udah dua kali selamat dari bencana tsunami. Yang pertama pas tsunami di Aceh tahun 2004. Waktu itu Rahmat dan keluarganya selamat meski melihat banyak korban tsunami meninggal terseret arus. 14 tahun kemudian, ia kembali merasakan hebatnya guncangan gempa yang memicu tsunami di Palu pada hari Jumat (28/09/2018). Waktu itu ia sedang berada di hotel Swiss-Belhotel untuk menghadiri acara lokakarya nasional praktik baik implementasi penguatan peran tokoh informal dan lembaga adat. Rahmat sendiri punya jabatan sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Kota Banda Aceh. Ia tiba di Palu dari Aceh sehari sebelumnya pada hari Kamis (27/09/2018) dan baru check-in di hotel yang rusak terkena gempa itu sehari sesudahnya. Sesaat setelah tiba di hotel dan masuk kamar mandi dalam kamarnya, ia merasa ada guncangan yang cukup keras. Karena sadar lokasinya dekat pantai, ia gak panik dan justru milih buat naik ke lantai atas karena tahu lantai bawah bakal tersapu air. Kesadaran ini juga berkat pengalamannya sewaktu ngerasain gempa di Aceh 14 tahun yang lalu. Aksinya ditiru oleh tamu hotel yang lain sehingga banyak dari mereka selamat. Begitu air laut mulai surut, barulah mereka turun dan berjalan menuju bandara dengan harapan bakal dipulangin pakai pesawat Hercules. Tapi karena penuhnya bandara, ia baru bisa naik pesawat pada hari ke-3. Pesawat itu terbang dulu ke Jakarta abis itu baru dia ambil penerbangan ke Aceh. Kini pak Rahmat udah kumpul lagi sama keluarganya. Dengan penuh rasa syukur, ia berharap agar ia tak harus mengalami bencana yang sama untuk ketiga kalinya. Orang-orang seperti pak Rahmat besar kemungkinan bakal selamat karena tahu musti ngapain berdasarkan pengalaman sebelumnya. Tapi bagi yang belum pernah ngalamin mungkin bakal panik duluan. Makanya pemerintah musti edukasi dan simulasikan buat semua warganya buat minimalisir korban jiwa jika ada bencana.
Komentar
Fresh