Akhir Penyebar Hoax Bencana | Opini.id
Next Video

Akhir Penyebar Hoax Bencana

Suka sebar hoax pas ada bencana? mending kamu cek dulu kebenaran beritanya. Soalnya hukuman maksimalnya 2 tahun penjara sesuai pasal 15 UU No.1/1946. Tim Dittipidsiber Bareskrim Polri aja baru aja nangkap 12 orang pemilik akun medsos yang sebar hoax terkait bencana alam yang picu keresahan masyarakat. Sebenarnya ada 14 akun yang dipantau sama polisi, tapi 2 akun sisanya belum teridentifikasi pemiliknya. 12 penyebar hoax dari berbagai wilayah itu pun langsung dicyduk polisi dan ditetapkan jadi tersangka. Mereka adalah Epi Wariani (NTB-Hoax status NTB masih waspada), Joni Afriadi (Batam-Hoax mayat Lili minta gempa), Uril Unik Febrian (Sidoarjo-Hoax gempa megathrust di pulau Jawa), Bobby Kirojan (Manado-Hoax gempa megathrust di pulau Jawa), Ade Irma Suryani Nur (Jeneponto-Hoax bendungan Bili-bili retak terkena gempa), Dhany Ramdhany (DKI Jakarta-Hoax gempa megathrust di pulau Jawa), Martha Margaretha (Surabaya-Hoax gempa megathrust di pulau Jawa), Malini (Pekanbaru-Hoax gempa susulan di pulau Jawa berkekuatan 8,6 SR), Royke Salendo (Bekasi-Hoax penerbangan gratis pesawat Hercules), Eddy Anggara Setiawan (Kabupaten Barito Kuala-Hoax gunung Soputan meletus pakai video gunung meletus di luar negeri), Rod Yudah Hermon Brighthunder Tengger Sumilat (Surabaya-Hoax gempa megathrust di pulau Jawa), dan Yunan Anies (Gorontalo Utara-Hoax gunung Soputan meletus pakai video gunung meletus di luar negeri). Motif mereka nyebarin hoax pun macam-macam. Ada yang cuma iseng, asal share, sampai gak suka sama pemerintahan yang sekarang. Nah loh, iseng aja bisa ribet gini urusannya. Coba kalau dari awal cek ricek fakta sebelum klik tombol share. Kan bisa santai-santai di rumah tanpa ada acara dicyduk polisi.
Komentar (2)
Fresh