Jangan Biarkan Mereka Punah | OPINI.id

Jangan Biarkan Mereka Punah

Kenalin nih, orangutan jahil ini namanya Bintang, umurnya baru 3 tahun. Kalo ketemu kelompok riset orangutan dan orang lain Bintang suka banget lempar ranting-ranting. Soalnya kalo kata Shila, koordinator riset Yayasan Lestari usia anak-anak seperti Bintang emang lagi doyan banget ngajak main. Bahasa ilmiahnya displaying, itu semacam penegasan eksistensi diri 'Hey, liat gua. Gua jago manjat, looh' mirip dengan usia anak remaja cari eksistensi diri. Bintang selalu jelajah hutan bareng ibunya, Beta. Umur 10-12 tahun Beta akan ngelepas Bintang secara mandiri untuk jadi petualang di hutan Batang Toru. Ini lazim dilakukan oleh orangutan lainnya seperti manusia yang membina anaknya sampai dewasa. Selama periode mengasuh Beta ajarkan Bintang manjat dahan pohon yang kuat, nyari makan, berperilaku dan bertahan hidup. Beta gak akan tinggalkan Bintang jauh dari pengawasannya. Selama masa pengasuhan ini Beta gak akan kawin dengan orangutan jantan lain. Sampai anaknya dewasa dan mandiri sang induk baru akan mencari pasangannya untuk reproduksi kembali. Inilah salah satu faktor yang membuat reproduksi orangutan Tapanuli lambat. Orangutan tapanuli dewasa akan melakukan reproduksi diusia 15 tahun ke atas. Beta dan Bintang hidup dihutan Batang Toru, Sumatera Utara bareng kurang dari 800 orangutan Tapanuli lainnya. Orangutan tapanuli adalah spesies baru terpisah dari orangutan sumatera yang baru ditemukan 2017 lalu. Secara fisik orangutan tapanuli punya bulu rambut lebih merah dan lebih keriting. Gak cuma perbedaan fisik, DNA mereka juga sama sekali berbeda. Uniknya DNA orangutan tapanuli justru lebih mirip dengan orangutan Kalimantan. Belum ada penelitian lebih lanjut mengapa hal tersebut bisa terjadi. Ironinya walaupun orangutan tapanuli baru ditemukan populasinya sudah terancam. Selain karena reproduksi yang lama, habitat orangutan tapanuli juga mulai terganggu. Sekitar hutan Batang Toru sudah mulai terjadi pembukaan lahan besar-besaran untuk perkebunan dan pertanian. Perburuan liar masih menghantui kelangsungan hidup salah satu spesies kera besar ini. Belum selesai sampai disitu, munculnya lahan tambang dan proyek pembangunan infrastruktur yang gak peka sama lingkungan jadi ancaman baru buat mereka. Buat Burhanuddi, Manager Program Yayasan Ekosistem Lestari orangutan tapanuli penting banget untuk dijaga. Selain guna menjaga keseimbangan lingkungan orangutan tapanuli ini adalah keluarga kera besar unik yang hanya ada 4 didunia. Indonesia satu keluarga kera besar yang terdiri dari 3 spesies yang berbeda. Menjaga hutan Batang Toru sama saja melindungi mereka dari ancaman kepunahan.
Komentar (2)
Fresh