Curhatan Korban Kekerasan Seksual | Opini.id

Curhatan Korban Kekerasan Seksual

Korban kekerasan seksual dipaksa bungkam oleh masyarakat melalui tekanan sosial dan labelling yang diberikan kepada korban. Korban tidak punya ruang untuk berekspresi atau curhat untuk melepas bayang-bayang masa lalunya. Akibatnya korban merasa depresi, tertekan hingga bunuh diri karena hantu masa lalu. House of the Unsilenced memberi ruang untuk korban kekerasan seksual berekspresi lewat seni. Inisiator acara, Eliza Vitri Handayani ingin korban ceritakan perjuangan mereka untuk pulih dari masa lalunya. Penulis novel tersebut ajak seniman untuk memberikan lokakarya kepada para korban kekerasan seksual. Hasil karya mereka dipamerkan di Galeri Cemara 6. Berbagai macam medium seni di pamerkan seperti seni rupa, instalasi, karya sastra dan teater. Eliza juga mengajak seniman rajut dan kolase, Ika Vantiani untuk menjadi kurator. Acara juga didukung oleh organisasi nirlaba yang bergerak di isu perempuan seperti Hollaback, LBH APIK.
Komentar
Fresh