Bahaya Intai Beli Follower di Instagram! | OPINI.id

Punya banyak follower di media sosial seperti Instagram kayaknya jadi dambaan buat banyak orang, ya. Bagaimana nggak, selain foto yang diunggah mendapat banyak likes serta komentar, rezeki untuk jadi buzzer atau endorsement bak selebgram mengalir deras. Siapa coba yang nggak tergiur? Bahkan untuk mendapatkan banyak follower, seseorang pun rela mengocek uang atau menggunakan aplikasi gratis untuk menaikkan jumlah follower. Padahal ada bahaya yang mengintai dari situ, lho!

Follower cuma Bot atau Akun Fiktif

Memang sih jumlah follower-mu jadi banyak dan membuat ada rasa bangga tersendiri saat melihat angka cantik di profil Instagram-mu. Hanya saja, daftar follower-mu kebanyakan hanya bot atau akun fiktif saja. Jika kamu sering mendapat komen yang seragam, kayak ‘very nice’, ‘good’, ‘follow me’, kemungkinan besar itu adalah akun fiktif.

Rasio Interaksi Nggak Berbanding Lurus

Kamu pernah nggak menemukan akun-akun di Instagram yang mempunyai follower hingga ratusan ribu tapi jumlah likes bisa dihitung jari? Jika iya, kemungkinan besar akun tersebut menggunakan jasa penambah follower tuh! Lagipula mana mungkin jumlah follower dan jumlah likes bisa njomplang begitu, kan.

Rentan di-hack

Bahaya selanjutnya kalau kamu membeli follower di Instagram adalah akun milikmu jadi rentan diretas atau di-hack. Hal ini dikarenakan pada beberapa layanan penyedia penambah follower di Instagram akan meminta password untuk langkah selanjutnya.

Bisa Kena Suspend

Punya follower banyak bisa jadi menipu banyak orang yang melihat akunmu, tapi tentu tidak dengan developer Instagram dong. Akunmu bisa saja kena suspend oleh Instagram karena melakukan aktivitas yang mencurigakan ataupun merugikan pengguna lainnya.

Harus Sering-sering Ganti Password

Selain rentan dibajak, risiko dari membeli follower di Instagram yaitu kamu harus sering-sering mengganti password supaya nggak diambil alih oleh orang jahil yang tidak bertanggung jawab. Jangan sampai kalau kamu lupa mengganti password secara berkala, akun Instagram milikmu malah berubah jadi akun online shop. Nggak mau, kan? Nah, daripada mencoba-coba cara yang kurang baik dalam bermedia sosial, lebih baik kamu memperbaiki niche Instagram supaya terlihat menarik dan mengunggah orang lain untuk mengikutinya.

Komentar (1)

Fresh