Risiko & Tantangan Bekerja di Startup | OPINI.id

Kamu mungkin mempunyai impian untuk bekerja di kantor startup. Apalagi jika kamu pernah melihat video atau liputan tentang suasana dan fasilitas yang dimiliki beberapa perusahaan startup sangat begitu memanjakan para karyawannya. Pastinya hal itu akan semakin mendorong kamu ingin bekerja disana. Tidak semua yang kamu lihat dan bayangkan itu terlihat baik-baik saja. Disana kamu juga akan menemukan banyak tantangan dan risiko saat bekerja di dunia startup.

Jenjang Karir yang Tidak Aman dan Tidak Pasti

Kamu mungkin masih berpikiran bahwa bekerja di dunia startup begitu menyenangkan dan sangat terjamin. Pada kenyataannya bisnis startup sangat berbeda dengan perusahaan besar yang sudah stabil. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menutup layanannya dan mendadak memberhentikan karyawan tanpa memberi waktu untuk mencari pekerjaan baru. Selain itu juga ada yang begitu cepat menajalani jenjang karir. Semua terasa tidak aman dan tidak pasti. Sehingga sebaiknya kamu perlu mengetahui dan mempelajari tentang perusahaan yang akan kamu apply. Pertimbangkan apakah perusahaan tersebut cukup menjanjikan atau memang masih mencari pasar. Jika dalam kondisi mencari pasar maka kamu bisa mencobanya atau mencari perusahaan lainnya. Ketika perusahaan itu cukup menjanjikan ada kemungkinan karir kamu akan bertumbuh cepat.

Gaji dan Tunjungan Tidak Selalu Besar

Gaji dan tunjangan besar mungkin menjadi impian saat kamu bekerja di perusahaan startup. Pada kenyataannya bisnis startup di Indoensia belum sebesar negara tetangga yang mampu memberikan itu semua. Dengan keterbatasan modal founder startup bisanya memberikan gaji sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR). Kemudian banyak startup yang hanya memberikan gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) tanpa memberikan tunjangan lainnya seperti tunjangan kesehatan, bonus, ataupun tunjangan transportasi. Jangan berkecil hati meskipun begitu jika kamu memiliki kinerja yang cukup baik, ada peluang mendapatkan saham ataupun ketika resign akan menjadi perebutan perusahaan startup lainnya.

Tidak Jelas Soal Deskripsi Pekerjaan

Perusahaan besar memiliki deskripsi pekerjaan yang harus dikerjakan oleh karyawannya. Setiap divisi punya deskripsi pekerjaannya masing-masing sehingga ketika adanya rotasi kamu cukup membaca buku panduan saja. Hal itu berbeda dengan dunia startup, dengan jumlah karyawan yang terbatas, membuat kamu harus bisa mengerjakan berbagai jenis pekerjaan. Walaupun tidak ada dalam daftar tugas kamu, bisa saja kamu akan diminta untuk mengerjakannya. Selain itu penamaan jabatan juga tidak jelas, sangat berbeda dengan perusahaan pada umumnya. Selama kamu melaporkan tugas-tugas kamu dan kamu mendapatkan gaji yang sesuai, semua itu tidak jadi masalah.

Minimnya Waktu Untuk Belajar

Saat kamu sudah memasuki dunia kerja di perusahaan startup. Sebaiknya kamu tidak mengharapkan mendapatkan tawaran pendidikan formal seperti halnya perusahaan konvensional. Dalam memecahkan masalah kamu dituntut untuk memecahkan masalahnya sendiri. Sebab senior juga memiliki waktu yang terbatas karena pekerjaan yang cukup banyak. Sebaiknya saat kamu memiliki waktu luang, manfaatkanlah untuk belajar otodidak untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang kamu hadapi.

Jam Kerja Jauh Lebih Panjang

Perusahaan startup cenderung memiliki waktu yang lebih fleksibel dibandingkan dengan perusahaan pada umumnya. Kamu bisa masuk dan pulang kantor kapan pun kamu mau. Kamu juga harus siap saat dihubungi soal pekerjaan di luar jam kerja atau saat kamu sedang liburan. Saat kamu mampu mengatur waktu dengan baik, hal ini akan membuat kamu lebih happy dibandingkan dengan karyawan pada umumnya. Apakah kamu siap dengan risiko dan tantangan bekerja di dunia startup?

Komentar

Fresh