Jakarta Makin Macet Tanpa 3 in 1 | OPINI.id

Peneliti dari dua kampus elit Amerika Serikat Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University merilis penelitiannya terhadap kondisi lalu lintas DKI Jakarta usai sistem 3 in 1 dihapus. Hasilnya cukup mengejutkan, karena sistem 3 in 1 dinilai lebih ampuh mengurai kemacetan di jam sibuk. Gak percaya? Baca slide selanjutnya.

Sistem 3 in 1 Lebih Efektif

Berdasarkan jurnal peneliti dari MIT dan Harvard berjudul "Citywide effects of high-occupancy vehicle restrictions: Evidence from "three-in-one" in Jakarta" yang terbit di Science Journals, kemacetan lalu lintas Jakarta bertambah parah usai sistem 3 in 1 dihapus. Penelitian dilakukan selama 4,5 minggu dan dimulai dua hari setelah Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencabut sistem 3 in 1. Para peneliti mengumpulkan dan menganalisi data perjalanan melalui pantauan GPS. Sistem 3 in 1 dinilai lebih manjur mengurai kemacetan kota Jakarta pada jam sibuk. Dibandingkan dengan kebijakan pengganti, yakni sistem ganjil-genap. Sebab, kemacetan justru meluas ke jalan-jalan non-protokol yang selama ini jarang padat kendaraan.

Waktu Perjalanan Tambah Lama

Berdasarkan jurnal tersebut, waktu perjalanan para pengendara di Jakarta bertambah lama di jam sibuk. Kondisi ini tercermin dari indikator waktu keterlambatan yang meningkat dari 2,1 menjadi 3,1 menit per kilometer pada perjalanan pagi. Sementara keterlambatan perjalanan pulang kantor menjadi lebih parah dari 2,8 menjadi 5,3 menit per kilometer. Memburuknya waktu keterlambatan, berimbas langsung pada waktu perjalanan secara keseluruhan. Perjalanan rush hour pagi hari bertambah lama 46%, sedangkan waktu perjalanan sore hari melonjak 87%. Makin pegal nih 'nyetir' di Jakarta?

Eksploitasi Anak Dalam Bisnis Joki

Sistem 3 in 1 memang sukses membatasi jumlah kendaraan di jalur protokol pada jam sibuk. Namun, sistem ini juga menyimpan sisi buruk, yakni eksploitasi anak untuk mendulang uang dalam bisnis joki 3 in 1. Selain joki 3 in 1, eksploitasi anak juga semakin parah dalam praktik mengemis. Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut penuh kebijakan 3 in 1 di jalan protokol, seperti Jalan Sudirman-Thamrin.

Makin Macet Karena Pembangunan

Daerah Pancoran dan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan terasa makin macet kan? Tidak bisa dipungkiri, pengerjaan berbagai proyek infrastruktur, seperti jembatan layang, jalur MRT dan LRT, ikut memperparah kemacetan di Jakarta. Tapi harap bersabar dengan semua 'cobaan' ini. Karena, kita semua akan menikmati perbaikan kondisi lalu lintas setelah seluruh proyek tersebut rampung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap, pengendara dapat beralih ke moda transportasi yang lebih nyaman seperti MRT dan LRT, ketika beraktivitas di kota Jakarta.

Menurut kamu, apa kebijakan yang lebih efektif mengurangi kemacetan Jakarta?
Sistem 3 in 1
Sistem Ganjil-Genap
Sistem ERP
24 votes

Kemacetan Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

Berdasarkan rilis produsen GPS, TomTom, kemacetan di DKI Jakarta menempati posisi ketiga dari 390 kota dari 48 negara yang disurvei. Indonesia lebih baik dibandingkan Thailand dan Mexico City yang berada di urutan pertama dan kedua. Pakar lalu lintas senior TomTom Nick Cohn menyatakan, kota-kota dengan kondisi lalu lintas terburuk merupakan korban dari kesuksesan pembangunan. Selain populasi, TomTom juga melihat, pertumbuhan ekonomi yang pesat punya andil makin padatnya lalu lintas.

Komentar

Fresh