Jakarta Habis Lebaran | OPINI.id

Lebaran telah selesai. Kini waktunya pemudik kembali lagi ke Ibukota untuk beraktivitas. Mulai dari pekerja sampai pengusaha, semua akan mengisi Ibukota lagi.

2 Juta Lebih Warga Belum Balik Ke Jakarta?

H+6 diperkirakan ada 4000 lebih kendaraan dari tol cipali menuju Jakarta. Tentu saja, ini jadi bukti jika Jakarta saat ini memang sudah disesaki oleh para pendatang yang coba mengadu nasib di Jakarta.

Entah kenapa, mungkin Jakarta masih punya citra bagus dan baik dikalangan masyarakat di kampung. Ya, Jakarta bisa jadi acuan orang untuk mengadu nasib. Bahkan, cukup menadahkan tangan saja bisa menghasilkan uang di Jakarta.

Mungkin itulah yang menyebabkan banyaknya warga desa berbondong-bondong datang ke Jakarta. Bahkan setelah lebaran pun dipastikan akan banyak lagi orang yang datang ke Jakarta. Tetapi faktanya justru berbeda.

Seperti diketahui, Total penduduk Jakarta yang mudik ke daerah-daerah diperkirakan mencapai 6,4 juta. Namun meski libur Lebaran sudah usai, masih lebih dari 2 juta warga DKI yang belum kembali ke Jakarta.

"Jadi yang meninggalkan Jakarta itu sekitar 6,4 juta orang. Itu dihitung terakhir mudik pada saat hari H Lebaran. Nah hari H Lebaran itu masih ada yang pulang, kita catat ada sekitar 460 ribu, jadi semuanya 6,4 juta," ujar Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017).

Namun dalam kurun waktu arus balik, tercatat baru ada 4,2 juta penduduk yang kembali ke Jakarta. Artinya, masih ada sekitar 2,2 juta warga yang belum kembali ke Ibu Kota. "Yang balik sekarang ini tercatat 4,2 jutaan. Jadi ada sekitar 2,2 juta yang belum balik, itu yang tercatat," ujar Djarot.

Pesan Djarot Buat Pendatang

Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat memastikan jika Pemrov DKI terus memantau penduduk yang belum kembali ke Jakarta hingga H+14 lebaran. Dia juga mengingatkan Dinas Pendidikan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) agar terus mengecek arus balik dan melihat perkembangan terbaru dari data warga per wilayah di Jakarta.

Seperti diketahui, sampai saat ini masih ada 2,2 juta warga yang belum kembali. Selain terus melakukan pemantauan, Djarot juga berpesan kepada para pemudik. Ia meminta para pemudik tidak membawa sanak saudara bila kembali ke Jakarta dari kampung halaman.

Saat ini Jakarta sudah cukup padat penduduk. Namun bukan berarti Djarot melarang orang datang ke Jakarta. Djarot menekankan, orang yang datang ke Jakarta harus memiliki keterampilan dan pekerjaan di Jakarta supaya tidak menjadi pengangguran.

"Urbanisasi harus kita tekan seminimal mungkin. Yang mudik nggak usah bawa saudara ke Jakarta. Jakarta sudah cukup padat. Kalau mau datang, bawa keahlian biar nggak jadi pengangguran," kata Djarot di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (14/6/2017).

Dia meminta warga dari luar daerah berpikir matang sebelum datang ke Jakarta. Bila tidak memiliki keahlian, Djarot meminta mereka tak datang ke Jakarta. "Saya mohon dengan sangat untuk berpikir bijak untuk datang ke Jakarta. Kalau siap, silakan datang. Tapi imbangi yang datang dengan pekerjaan dan keterampilan," ujar Djarot.

Komentar

Fresh