Balon Udara Bulan Syawal | OPINI.id

Warga Purbalingga, Jawa Timur, punya tradisi unik saat memasuki bulan Syawal. Mereka terbangkan balon udara tanpa awak.

Tradisi Apa Ini?

Nggak ada yang tau pasti sejak kapan tradisi ini dimulai. Tapi dilansir dari Liputan6.com, tradisi ini udah ada sejak puluhan tahun lalu. Mereka ciptakan balon tersebut dari bahan bekas, seperti plastik yang mudah didapat. Memang, prosesnya tampak sederhana, tapi hasilnya ciamik banget. "Ini patungan warga, untuk bikin satu balon bisa habis Rp 1 juta, waktu bikinnya saja satu bulan," kata salah satu penerbang balon dari Kelurahan Kembaran, Kecamatan Purbalingga, Supriyanto (34), seperti dilansir dari kompas.com. Oh iya, lama terbang balon inj bisa sampai 5 jam lho. Padahal bahan bakarnya cuma pakai pengasapan dari pembakaran ban bekas.

Mulai Tahun Ini Dilarang

Walaupun keren, balon udara kayaknya bakal dilarang. Tahun ini Kemenhub udah keluarin imbauan. Tradisi ini dianggap membahayakan keamanan penerbangan. Soalnya, balon-balon itu bisa terbang sampai 18.000 kaki. Ternyata, ketinggian ini udah masuk jalur penerbangan pesawat komersil. "Dari yang kami pantau, dari sebelum tahun 2015, balon udara di Jawa Tengah ini kan terbang begitu saja dan melayang mengikuti arah angin, tidak bisa dikontrol," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, kepada Kompas.com, Selasa (27/6/2017). Selain tidak terkontrol, balon udara juga susah terdeteksi radar karena mayoritas bahannya dari plastik.

Proses penerbangan balon udara.

Menurutmu tradisi ini harus dihentikan?
Ya, bahaya cuy.
Jangan dong. Kreatif gitu.
5 votes

Komentar

Fresh