Hari Gini Nyogok | OPINI.id

Banyak cara yang dilakukan orang agar urusannya cepat selesai dan tercapai. Salah satunya adalah memberi sogokan atau uang suap.

Fenomena Nyogok

Kalau menurut KBBI Sogo itu anak kunci atau sesuatu yang digunakan untuk menyogok (uang). Di sini benda sogokannya adalah uang guys!

Fenomena ini sebenarnya udah ada sejak dulu. Mungkin masih ingat proses pengambilan rapor anak di sekolah? Biasanya ibu-ibu membawa makanan untuk Wali Kelas, tujuannya sebagai tanda terima kasih.

Tetapi ada juga diantara ibu-ibu itu yang menyogok Wali Kelas agar anaknya selalu aman nilainya dan terjaga serta tidak sering kena hukuman. Kalau bahasa sekarang ini, suap. Begitu juga naik jabatan, banyak orang yang menyogok demi jadi pegawai negeri sipil ataupun naik jabatan.

Budaya SOGO Merusak Persatuan

Sebenarnya kalau budaya SOGO masih lestari di Indonesia, saya tidak yakin NKRI ini akan tetap bersatu. Mengapa? Jangan marah dulu. Begini penjelasan rantainya: Kalau budaya SOGO+k itu masih menjalar di Indonesia, otomatis hanya orang-orang 'tertentu' saja yang mampu mendapatkan suatu hal yang sebenarnya bisa didapatkan untuk orang yang lebih layak menerima. Contoh saja, jabatan. Indonesia yang luas ini apabila pemerintahannya atau para pemangku kepentinyan adalah hasil SOGO SOGO dan nepotis belaka, maka ya begitu, kepentingan golongan lebih diutamakan. Kepentingan mereka di daerah tertinggal terabaikan. Padahal mereka yang berhak untuk menerima jabatan atau hal yang sekiranya mampu membangun kehidupan yang lebih baik. Semoga budaya NYOGOK dapat musnah dari bumi Indonesia, amin.

Komentar

Fresh