Masjid Jakarta Utara & Kisah Dibaliknya | OPINI.id

Bulan Ramadhan akan segera berakhir, tapi bukan berarti usai juga segala ibadah dan perbuatan amal baik. Nah, selama bulan ramadhan juga bukan halangan untuk melakukan perjalanan misalnya bisa saja dengan mengenal lebih jauh rumah-rumah ibadah umat muslim yang unik akan arsitekturnya.

Masjid di Jakarta Utara dan Kisah dibaliknya

Tidak perlu jauh dari lingkungan sekitar, Jakarta banyak memiliki keunikan dari segala destinasinya. Salah satunya adalah Jakarta Utara yang bila selama ini yang terbayang oleh kebanyakan orang adalah truk-truk besar, cuaca yang panas dan debu serta polusi. Padahal kotamadya Jakarta Utara juga memiliki ragam destinasi unggulan mulai dari kuliner, cagar budaya hingga cagar alam. Posisinya yang terletak paling ujung DKI Jakarta ini, identik dengan panoram laut dan pantai. Tetapi tidak sekedar hanya itu saja, di Kota ini ada beberapa tempat untuk melakukan wisata religi, tidak terkecuali ketika moment ramadhan seperti jelajah masjid misalnya. Dan berikut adalah beberapa masjid yang berada di Jakarta Utara dengan historicalnya yang cukup unik. Berikut beberapa diantaranya :

1. Masjid Al-Alam

Biasa dikenal dengan masjid si pitung berlokasi di Marunda, Cilincing. Adapun dikatakan demikian menurut orang sekitar karena lokasinya tidak terlampau jauh dengan sebuah bangunan rumah panggung yang di tenggarai sebagai rumah Pitung sang legenda Betawi. Tidak ada yang tahu pasti kapan bangunan ini didirikan. Menurut cerita yang beredar Masjid ini didirikan hanya dalam waktu semalam saja oleh wali Allah (wallahualbisshawab). Arsitektur Masjid ini menyerupai masjid Demak, dengan ukuran yang lebih kecil. Atapnya berbentuk joglo, ditopang empat pilar dengan pintu serta jendela yang terbuat dari kayu dengan design klasik. Saat ini Masjid Al Alam telah di tetapkan sebagai cagar budaya kotamadya Jakarta Utara.

2. Masjid Islamic Center

Masjid megah yang dahulu merupakan tempat prostitusi terbesar yang di legalkan. Alhamdulillah, ketika di masa era gubernur Bapak Sutiyoso, tempat yang dahulu identik dengan gelap kini beralih fungsi menjadi cahaya. Terletak di kawasan Tugu Utara, Koja Masjid Jakarta Islamic Center hadir menjadi tempat peradaban Islam dalam luas kondisi Masjid kini juga di fungsikan sebagai tempat pendidikan TPA serta pusat kegiatan belajar masyarakat. Diterapkannya pengajian rutin, tempat ibadah, kegiatan sosial ekonomi. Di menaranya yang tinggi ada sebuah studio radio dan ada sebuah ruang serba guna juga perpustakaan. Arsitektur masjid mengadopsi gaya bangunan masjid-masjid Turki dan Timur Tengah. Diresmikan sekitar tahun 2003 tempat kelam itu kini telah berubah menjadi area yang mengedepankan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Menampilkan citra Islam yang positif.

3. Masjid Ramlie Mustofa

Sekarang Jika melewati jalanan sunter di sekitar perkomplekan elit ada yang menarik perhatian. Sebuah bangunan mewah yakni sebuah masjid berdesign mirip Taj Mahal India yang berdiri tepat di sebrang Danau Sunter. Sisi unik lainnya di bagian atas masjid terdapat aksara Tiongkok dengan warna emas. Hal ini bukan tanpa alasan, menurut informasi Masjid ini memang didirikan oleh seorang mualaf Tiongkok. Masjid bernuansa putih ini mengadopsi tiga gaya arsitektur Tiongkok, Indonesia dan India. Resmi dibuka untuk umum baru sekitar tahun 2016. Saat ini semakin ramai dikunjungi olah masyarakat, tapi lahan parkir kendaraan masih terbilang sempit. Sayangnya lagi tidak dapat menggali informasi lebih jauh tentang Masjid ini.

Komentar

Fresh