Aku Takut Gagal, Maka Aku Diam | OPINI.id

“Aku punya ide, tapi aku ragu apakah ide ini akan berhasil. Kalau gagal, aku malu. Apa nanti kata orang-orang tentangku?” “Aku punya kemauan. Tapi aku takut gagal. Aku takut membuang waktuku untuk melakukan sesuatu yang sia-sia.” Suara-suara di atas biasanya muncul dari benak calon orang hebat. Bedanya, yang menyerah setelah mendapat bisikan itu akhirnya tidak jadi apa-apa. Sedangkan yang bisa mengatasinya, akan bertransformasi jadi orang yang sukses.

Gelaja kita takut bertindak.

Sebagaimana bisikan-bisikan yang ada di awal tadi, rasa takut itu datang ketika mulai bermunculan pertanyaan-pertanyaan bernada sinis terhadap diri sendiri. Atau kita merasa ada orang lain di dalam kepala yang melarang diri kita untuk bertindak. Seperti, “Jangan lakukan itu. Kamu belum siap. Kamu pasti gagal. Orang-orang akan menertawakanmu!”

Dari mana suara ketakutan itu datang?

Hal ini bukan fiktif belaka, di dalam otak kita memang ada bagian yang berfungsi untuk merespon rasa takut. Disebut amygdala. Tugasnya memang mempertahankan diri kita dari kenyamanan.

Contoh sederhanya..

Suatu ketika Agus terlambat masuk kelas. Di depan pintu ia berdiri mematung. Pada saat itu di dalam kepalanya sedang berkecambuk dua pertimbangan, yaitu: nekat masuk kelas atau membolos sekalian. Akhirnya ia memilih bolos karena ia takut jika nanti dimarahi dosen, malu dilihat teman-temannya, dan kekhawatiran lain yang membuatnya tidak nyaman.

Cara mengatasi amygdala.

Menurut Wahyu Aditya, penulis buku Kreatif Sampai Mati, ada 5 cara melawan amygdala. Pertama, izinkan ide yang dianggap buruk oleh amygdala untuk masuk. Anggap saja tidak apa-apa jika mendapat gagasan yang buruk.

Lalu...

Kedua, sebisa mungkin tidak ada Plan B. Jangan memberi pilihan kepada amygdala. Ketiga, latih diri kamu untuk memiliki pola pikir yang berlawanan dengan amygdala. Keempat, rangkul kegagalan sebagai pengalaman. Tidak ada yang sia-sia dalam kegagalan.

Dan terakhir...

Kelima, jangan membuat berbagai macam alasan. Waspada itu wajar. Maka sewajarnya saja jika kita mau berwaspada. Jangan sampai kewaspadaan justru mematikan langkah, sehingga menggagalkan kita yang belum mencoba. Kalau mengutip slogan yang digunakan Nike, “Just Do It.”

Komentar

Fresh