Kenapa Ketupat Selalu Ada Saat Lebaran? | OPINI.id

Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi datang. Itu artinya, ketupat akan menjadi makanan yang tak asing sebentar lagi. Pertanyaannya, kenapa ketupat selalu ada saat lebaran di Indonesia?

Diperkenalkan Sunan Kalijaga

Hadirnya ketupat di Indonesia tidak simsalabim begitu saja. Namun ada sejarahnya. Konon, selain menyebarkan ajaran agama Islam, salah satu tokoh Wali Songo, yakni Sunan Kalijaga juga turut memperkenalkan ketupat di Tanah Jawa. Itu artinya, ketupat sudah ada sejak tahun 1450-an ke atas! Wah, sudah lama banget ya? Masih tentang ketupat, kala itu Sunan Kalijaga membudayakan dua kali bakda, yaitu bakda Lebaran dan bakda kupat. Bakda tersebut dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Punya Makna Filosofis

Hadirnya ketupat saat era Sunan Kalijaga ternyata bukan sekadar makanan lebaran saja loh, tapi ada arti tertentu. Apa sajakah itu? Pertama, ketupat mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Lihat enggak kalau anyaman ketupat itu rumit? Nah, itulah analoginya! Kedua, ketupat mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan. Lihat kan kalau ketupat dibelah kita akan menemukan warna putih dari ketupat? Nah, itu dia maksudnya! Ketiga, ketupat merefleksikan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Filosofis banget ya?

Ngaku Lepat dan Laku Papat

Tahukah kamu? Ternyata ketupat merupakan kependekan dari Ngaku Lepat yang artinya meminta maaf dan Laku Papat yang maknanya empat tindakan. Apa itu ngaku lepat? Ngaku lepat adalah meminta maaf di hari raya Idulfitri. Orang Jawa mengartikannya dengan tradisi sungkeman. Dalam tradisi ini diajarkan tentang bagaimana kita menghormati orangtua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain. Nah, kalau laku papat atau empat tindakan adalah lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Lebaran artinya sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Luberan,diartikan meluber atau melimpah,yang dapat dimaknai ajakan bersedekah untuk kaum miskin, misalnya zakat fitrah. Leburan, sudah habis dan lebur, yakni dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat Islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain. Laburan (berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding), berarti manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.

Itulah sejarah singkat tentang ketupat.

Bagaimana, jadi makin tahu kan sekarang?

Referensi Tulisan:

www.tempo.co.id sumber gambar: www.openclipart.org www.123rf.com www.latfylatif.blogspot.com Thinkstockphoto

Komentar

Fresh