Bahaya Narkoba Baru | OPINI.id

Semua narkoba sebaiknya dijauhi karena sangat berbahaya. Tapi seiring berkembangnya zaman kini semakin banyak narkoba berbahaya yang bisa langsung membunuh para penggunanya atau mengubah penggunanya jadi orang yang lebih menyeramkan.

Jerat Narkoba Modern

Perkembangan zaman tidak hanya memberikan dampak positif, tapi juga ada sisi negatifnya. Salah satunya adalah jenis narkoba.

Semakin maju zaman, narkoba yang ditemukan tidaklah sama lagi, bahkan jauh lebih berbahaya ketimbang Ganja, Sabu, Heroin, dan kokain. Meskipun semua narkoba berbahaya, tetapi jenis narkoba yang baru jauh lebih berbahaya lagi dan bisa langsung membunuh para penggunanya secara langsung

Krokodil Narkotika Underground

Ini adalah narkoba yang sempat bikin geger dunia beberapa waktu lalu. Bagaimana gak bikin geger, narkotika ini bisa membuat daging penggunanya membusuk.

Narkotika ini sebagian besar beredar di Rusia. Krokodil dibuat dari campuran berbagai bahan seperti kodein, bensin, thinner, asam klorida, dan fosfor merah.

Adalah asam klorida yang menyebabkan kerusakan pada kulit. Ini adalah narkoba murah tapi dengan efek mematikan. Gak heran kalau korban semakin banyak berjatuhan karena krokodil. Efeknya yang 8-10 kali lebih kuat dari morfin (zat sama yang digunakan dalam heroin).

Narkoba Flakka

Narkoba jenis flakka baru-baru ini membuat heboh masyarakat di Indonesia. Efek sampingnya membuat penggunanya berperilaku seperti zombie bahkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan meninggal dunia.

Narkoba ini juga punya potensi 100 kali lebih kuat daripada heroin. Ada senyawa kimia berbahaya yang bisa menyebabkan penggunanya dalam fase ilusi akut. Senyawa tersebut merangsang bagian otak yang mengatur hormon dopamin, serotonin dan mood.

Gray Death : Narkoba Pembunuh Instan

Selain krokodil dan flakka ada lagi narkoba jenis baru yang bisa langsung membunuh meski hanya tersentuh saja. Menyeramkan bukan? Seperti Flakka, narkoba mematikan ini asalnya dari Amerika Serikat.

Gray Death adalah kombinasi heroin,opium sintetis,fentanyl, serta carfentanil alias zat yang suka digunakan sebagai obat penenang untuk membius hewan-hewan besar seperti gajah dan singa.

Perpaduan zat-zat tersebut jelas saja berakibat fatal terhadap pemakainya.Pemberian nama Gray tak lain karena warnanya yang keabu-abuan. Sedangkan ?death? itu sendiri memang nama yang pantas bagi narkoba yang efeknya paling mematikan di dunia ini.

Narkoba jenis ini punya bentuk yang mirip seperti batu pualam dengan konsentrasi yang padat. DEA mengatakan bahwa Gray Death ini punya potensi 10 ribu kali lebih mematikan ketimbang morfin dan 100 kali lebih berbahaya daripada fentanyl. Dosis rendah fentanyl saja bahkan sudah mampu melumpuhkan seekor gajah yang beratnya mencapai satu ton.

Komentar

Fresh