Berburu Uang Baru Buat Lebaran | OPINI.id

Berburu uang baru masih menjadi kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri. Bersama baju baru, lembaran uang yang masih mulus ramai diberikan sebagai bentuk berbagi rezeki. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, kebutuhan uang tunai baru selama Ramadan dan Lebaran terus meningkat dalam 10 tahun terakhir.

Berburu Uang Sejak Subuh

Sejumlah orang terlihat mengantre rapi di tenda unit layanan keliling Bank Indonesia, di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Antrean telah terjadi sejak pagi hari. Mereka ingin menukarkan uang kecil, yang nantinya dibagikan kepada sanak saudara saat Idul Fitri.

Permintaan Uang Baru Terus Meningkat

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, permintaan uang tunai baru, berupa uang kertas maupun logam, terus meningkat selama Ramadan dan Lebaran. Bahkan, rata-rata pertumbuhan permintaan uang baru dalam 10 tahun terakhir mencapai 14% per tahun. BI memperkirakan, kebutuhan uang tunai pada Ramadan dan Lebaran tahun ini akan mencapai Rp 167 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu Rp 146 triliun.

Layanan Tukar Uang Kecil

Bank Indonesia bersama 13 bank nasional menggelar layanan penukaran uang di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Layanan penukaran ini beroperasi sejak 22 Mei hingga 16 Juni 2017. Selain di Monas, unit layanan penukaran uang BI juga disebar di sejumlah kota, seperti di Tugu Juang, Lampung, Lapangan Puputan, Bali, dan Lapangan Alun-alun di Bandung, Jawa Barat. Penukaran uang juga bisa dilakukan di kantor perwakilan BI dan bank-bank yang berpartisipasi.

BI: Jangan Sembarang Tukar Uang

Bank Indonesia meminta, masyarakat menukarkan uang di unit layanan yang telah disediakan. Sebab, penukaran uang di kantor BI maupun bank, jauh lebih aman ketimbang calo atau inang-inang yang kerap mangkal di pinggir jalan. Biasanya calo penukaran uang ini terlihat di sekitar Stasiun Kota, Jakarta Pusat, atau di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, Jakarta Timur. Selain kurang aman, masyarakat juga berisiko menerima uang palsu dari para calo. Jika tidak hati-hati, masyarakat akan menderita kerugian.

Tujuh Pecahan Uang Baru

Perlu diingat, Bank Indonesia telah merilis uang baru pada akhir tahun lalu. Uang tahun emisi 2016 ini tersedia dalam sejumlah pecahan, yakni Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Selain kertas, terdapat beberapa uang Rupiah logam yang baru diluncurkan, yakni Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.

Fitur Pengaman Uang

Seluruh uang yang baru diluncurkan dilengkapi hingga 12 unsur pengaman, untuk melindungi uang dari usaha pemalsuan. Fitur pengaman berupa tanda air, benang pengaman, tulisan mikro, tinta berwarna, serta gambar saling isi atau rectoverso.

Cek Keaslian Uang Pakai 3D

Untuk mengecek keaslian uang, Anda bisa menjalankan 3D, yakni dilihat, diterawan, dan diraba. Jika melihat uang dengan warna yang buram, Anda boleh curiga bahwa uang itu palsu. Selain itu, masyarakat juga bisa cek optical variable ink (OVI) di bagian pojok kanan bawah. Jika dilihat dari sudut pandang berbeda, OVI akan berubah warna dari hijau ke magenta. Jika diraba, uang kertas asli akan terasa kasar pada bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan. Terakhir, Anda akan melihat gambar pahlawan dan lingkaran bertuliskan BI saat uang diterawang.

Komentar

Fresh