Duka untuk Persib | OPINI.id

Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurjaman mengundurkan diri. Hasil buruk sang juara bertahan buat dirinya merelakan posisi penting di tim Maung Bandung. Kenapa kamu Persib?

Tanpa Djanur

Persib adalah juara bertahan Liga Indonesia. Tapi di awal kompetisi (Liga 1), hasilnya gak bagus. Kalah 2 kali beruntun dari Bali United dan Bhayangkara FC. Posisi Persib di klasemen juga turun drastis, dari papan atas ke papan tengah (posisi 11). Djadjang gak banyak beralasan. Dia katakan siap bertanggung jawab dan dievaluasi oleh manajemen Persib. Pernyataannya setelah pertandingan ini sudah menyiratkan keinginannya untuk mundur.

Kecewa Berlebihan

Tekanan kepada Persib Bandung memang berat. Sebagai tim besar dan juara bertahan. Apalagi "nyanyian" Bobotoh yang kecewa atas penampilan tim kesayangan. Gak cuma protes di sosial media, sampai turun ke lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Protes adalah bentuk yang wajar, tapi aksi ini patut disayangkan. Karena tidak berdampak baik itu tim. Bahkan menyurutkan semangat punggawa Persib. "Saya sedih kalau ada Bobotoh seperti itu, ini tidak pantas. Bisa jadi bumerang apalagi kalau sampai pemain nge-drop. Kalau ikut hawa nafsu saya juga marah, tapi saya tahan dan mencoba sabar," kata manajer Persib, Umuh Muchtar. foto: Persib Bandung

Demi Keluarga

Djadjang Nurjaman adalah legenda Persib. Berprestasi saat jadi pemain ataupun pelatih. Bisa membawa Persib Bandung juara liga tahun 2014 (Liga Super Indonesia). Tapi tekanan yang demikian besar buat Djanur putuskan untuk mundur. "Saya sudah menyampaikan kepada pemain untuk mundur dari kursi pelatih Persib. Ini semua saya lakukan karena keluarga yang tidak tahan melihat saya terus mendapat caci maki di media sosial," dijelaskan Djanur, dikutip dari Facebook Aing Persib.

Pesan untuk Bobotoh : Sabar

Assalamualaikum bobotoh sa-Alam Dunya. Semoga ibadah puasa membawa berkah bagi kita semua. Ijinkan saya, atas nama Manajemen PT PERSIB Bandung Bermartabat, menyampaikan permohonan maaf karena prestasi PERSIB sampai saat ini belum memenuhi harapan kita semua. Kami berterima kasih atas setiap kritik, saran dan masukan dari Bobotoh yang tentunya diberikan karena kecintaan Bobotoh kepada PERSIB. Tanpa Bobotoh, PERSIB tidak mungkin menjadi klub yang besar dan berprestasi. Tujuan utama kami adalah membentuk tim yang kuat, bagus dan berprestasi agar dapat menjuarai Go-Jek Traveloka Liga 1 musim ini. Evaluasi selalu kami lakukan di setiap pertandingan, termasuk dua pertandingan terakhir. Kami akan segera melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan demi meningkatkan prestasi PERSIB di sisa musim Liga 1. Untuk itu, kami memohon semua Bobotoh agar bersabar. Kami akan menjadikan momen Ramadhan ini untuk mengintrospeksi diri demi perbaikan prestasi PERSIB. Salam Glenn Sugita

Beri Kebebasan Pelatih

Setelah aksi turun ke lapangan dan pernyataan Djadjang Nurdjaman mundur dari kursi kepelatihan, pendukung Persib Bandung justru menyatakan sikap berbeda. Mereka minta, baik Djadjang ataupun Umuh Muchtar, Manajer Persib untuk tetap bertahan. "VPC meminta Djadjang Nurdjaman dan Umuh Muchtar tidak tergesa-gesa untuk menyatakan mundur," kata Ketua Harian Viking PERSIB Club (VPC), Rudi Rahadian, minimal hingga putaran pertama Liga 1 2017. "VPC meminta awak PERSIB beserta jajaran manajerial menjadikan rapor minor di pertengahan putaran pertama Liga 1 2017 ini sebagai bahan evaluasi," lanjutnya. "VPC meminta pelatih Djadjang Nurdjaman diberikan kebebasan untuk meramu tim. Dalam hal ini VPC tidak mengindahkan pihak manapun yang hendak mengintervensi kewenangan pelatih," ungkapnya.

Komentar (1)

Fresh