Goodbye Totti | OPINI.id

2017 adalah tahun terakhir buat pemain berdarah Italia di klub sepak bola Roma. Sedih dan haru, itulah suasana yang terasa di Stadion Olimpico. Hampir semuanya menitikkan air mata saat Totti berpamitan dari tim yang dibelanya selama 25 tahun.

Hujan Air Mata di Perpisahan Totti

Pemain bernama Francesco Totti menjadikan stadion Olimpico hujan air mata. Ya, sang kapten berpamitan di laga perpisahan terakhirnya. Setelah 25 tahun lamanya membela AS Roma, Totti memainkan pertandingan terakhirnya pada hari Minggu (28/5/2017) malam WIB.

Di laga giornata 38 seris A melawan Genoa itu. Totti masuk di awal babak kedua sebagai pemain pengganti. Usai pertandingan, Roma menggelar sebuah seremoni untuk Totti.

Sebuah kaus raksasa dengan nomor 10 terbentang di tengah lapangan. Setelah kembali ke lapangan usai sempat masuk ke ruang ganti setelah pertandingan, Totti sudah disambut semua pemain Roma dan staf. Saat memeluk istri dan ketiga anaknya yang juga ada di sana, Totti tak bisa lagi menahan air matanya.

Bersama keluarganya, Totti kemudian berjalan mengelilingi stadion sambil memberi salam kepada suporter yang memenuhi Olimpico. Beberapa kali Totti tampak berhenti sambil meresapi momen yang tengah ia lewati. Suporter Roma pun menangis.

Kamera televisi menangkap kesedihan mereka yang hadir di Olimpico hari itu. Sejumlah pemain Roma juga tak bisa menyembunyikan emosinya. Daniele De Rossi yang selalu tampak garang di atas lapangan pun terlihat menitikkan air mata.

Penghormatan Terakhir Untuk Sang Gladiator

Penghormatan besar diberikan dunia sepak bola untuk sang 'Raja Roma'. Usai tampil gemilang kalahkan Genoa 3-2 di Stadion Olimpico, pemain berusia 40 tahun itu masuk dari bangku cadangan di menit ke-54 menggantikan rekannya Mohamed Salah.

Selepas peluit panjang berbunyi, berakhir sudah kebersamaan Totti dengan klub yang sudah dibelanya sejak masih bocah. Upacara perpisahan besar digelar, para suporter Roma hingga rekan-rekan setim Totti tak kuasa menahan haru. Nggak hanya itu saja, bahkan ucapan salut juga diberikan oleh mereka yang pernah menjadi lawan Totti.

Kiper Arsenal Petr Cech turut menyampaikan salam perpisahannya via akun Twitter. Cech pernah berhadapan dengan Totti sewaktu membela Chelsea. Begitu pun Barcelona.

Klub asal Catalan itu mengunggah foto Totti bertukar jersey dengan Lionel Messi. Bahkan suporter rival abadi Roma, Lazio, memberikan penghormatan. Tim lainnya yakni AC Milan ikutan melepas kepergian Totti dengan memberi standing ovation di San Siro.

Loyalitas Totti Sampai Mati Untuk Roma

Sejak masih bocah, pria bernama lengkap Francesco Totti sudah memantapkan langkahnya untuk membela klub sepak bola Italia yaitu AS Roma.

Bisa dibilang, sejak tahun 1992, Totti sudah berkarir di Roma. Bisa dikatakan Roma memang menanti kelahiran seorang anak yang akan menjadi putra favorit kota Roma, yaang jadi simbol sekaligus pahlawan hidup bernama Francesco Totti.

Pemain yang kini berusia 40 tahun tersebut sudah mencetak 786 penampilan dan jadi top skorer sepanjang masa Roma dengan total 307 gol. Nggak heran kalau sampai akhir karirnya, Totti tidak pernah mengenakan seragam tim lain selain AS Roma.

Sampai detik ini, belum ada penyerang yang bisa gantikan dirinya sebagai andalan Roma di lini depan. Untuk urusan skill mengolah bola, Totti masih dalam keadaan prima meski ia sudah berusia 40 tahun.

Visi bermainnya, tendangan akuratnya, operan-operan terukurnya, eksekusi penalti, dan pergerakannya untuk membuka ruang masih bisa diandalkan.

Komentar

Fresh