Beragam PHP di Commuter Line | OPINI.id

Karena dianggap sebagai transportasi publik paling cepat dan murah, naik kereta jadi pilihan tepat saat ini. Terbukti, meski banyak kejadian konyol seperti jambak-jambakan di gerbong yang belum lama ini viral, tak menyurutkan para penumpang untuk berganti tranposrtasi lain. Apalagi buat kamu yang setiap hari naik KRL alias anker (anak kereta), pasti pernah dong ngalamin beragam PHP kayak gini di commuter line:

1. Kereta Tertahan

PHP nomor wahid di dunia commuter line adalah KERETA TERTAHAN! Percaya deh, berapa banyak dari kamu di sini yang harus menerima kenyataan bahwa kereta yang mau atau lagi kamu naiki itu tertahan? Satu, dua, tiga? Buat aku yang setiap hari naik kereta dari rumah menuju kantor sih sering! Memang enggak setiap hari tertahan, tapi setiap kali momen nista itu datang, rasanya kezel karena pasti sangat mungkin untuk terlambat sampai kantor kan? Kalau dari arah Bogor, biasanya stasiun favorit untuk menahan kereta berada di Depok, Pasar Minggu, Manggarai! Masuk Juanda, kereta yang tertahan lebih lama lagi karena antri lewat Gambir dan ke Jakarta Kota :)

2. Minta Maaf Mulu, Udah Kayak Lebaran

Biasanya sih setelah tau kereta tertahan, kalau posisimu sudah di dalam gerbong, pasti masinisnya bilang kalimat favoritnya: “Maaf kereta Anda sedang tertahan di sinyal masuk Stasiun Manggarai, menuju pergantian masuk ke Stasiun Manggarai,” kira-kira begitu. Hal yang sama juga diucapkan oleh announcer di stasiun. Dengan lantang, dia juga akan mengatakan kereta kita sedang tertahan lalu minta maaf. Kalau diitung-itung, penumpang commuter line ini sebenarnya kaya raya lho. Karena setiap kali kereta tertahan, pihak commuter line bakal bilang, “Maaf kereta Anda…,” Bro, kamu punya kereta, bro!

Pengumuman Kereta Masuk Jalur 3, Eh Pindah Jalur 5 :(

PHP ini sering banget kejadiannya di Stasiun Manggarai. Karena stasiun ini besar, punya 7 jalur peron, jadinya suka PHP di mana kereta akan masuk. Yang paling sering kejadian sih di kereta jurusan Jakarta Kota yang masuk dari arah Tebet. Biasanya Jalur Jakarta Kota emang masuk di jalur 3, sementara di jalur 5 itu untuk Jurusan yang akan ke Tanah Abang. Denger pengumuman kereta Jurusan Jakarta Kota bakal masuk di jalur 3. Eh beberapa detik kemudian, annaoucer-nya Jalur Jakarta Kota masuk jalur 5 :) Waktu itu sih belum ada jembatan penyebarangan bawah tanah, jadi pasti susah banget buat penumpang harus muter dulu ke depan atau belakang peron 3 buat nyebrang ke peron 5! Dari pengalaman sih, kejadian ini sebelum ada papan pengumuman otomatis yang terpasang di semua stasiun, termasuk Stasiun Manggarai.

3. Pengumuman Kereta di Jalur 3, Eh Masuknya di Jalur 3

PHP ini sering banget kejadiannya di Stasiun Manggarai. Karena stasiun ini besar, punya 7 jalur peron, jadinya suka PHP di mana kereta akan masuk. Yang paling sering kejadian sih di kereta jurusan Jakarta Kota yang masuk dari arah Tebet. Biasanya Jalur Jakarta Kota emang masuk di jalur 3, sementara di jalur 5 itu untuk Jurusan yang akan ke Tanah Abang. Denger pengumuman kereta Jurusan Jakarta Kota bakal masuk di jalur 3. Eh beberapa detik kemudian, annaoucer-nya Jalur Jakarta Kota masuk jalur 5 :) Waktu itu sih belum ada jembatan penyebarangan bawah tanah, jadi pasti susah banget buat penumpang harus muter dulu ke depan atau belakang peron 3 buat nyebrang ke peron 5! Dari pengalaman sih, kejadian ini sebelum ada papan pengumuman otomatis yang terpasang di semua stasiun, termasuk Stasiun Manggarai.

4. Baper Liat Penumpang yang Duduk, Beres-beres Barangnya

Yang enggak kalah PHP ketika naik commuter line ketika kamu berdiri di depan penumpang yang duduk lalu melihat dia sedang beres-beres bareng, entah masuk smartphone-nya ke tas! Kamu yang berdiri di depannya pasti ngarepnya bakal dapet tempat duduk kan? Eh enggak tahunya penumpang yang duduk itu justru tidur. Baper deh!

5. Baper Liat Penumpang yang Duduk, Beres-beres Barangnya

PHP terakhir yang kayaknya paling nyakitin adalah ketika kamu udah ngantri lama isi tiket di vending machine untuk satu tiket dengan uang pecahan Rp 50 ribu – Rp 100 ribu, eh uangnya nggak berlaku! Bukan karena uang kamu palsu, tapi karena untuk membeli 1 tiket perjalan hanya bisa ditukar dengan uang receh di bawah Rp 20 ribu rupiah. Syukur-syukur kalau kamu punya uang receh. Nah kalau ternyata enggak? Padahal kamu udah antri lama dan kereta tujuanmu udah masuk stasiun, jadi ketinggalan kan?

Nah, PHP apa yang pernah kamu alamin selama di commuter line? Yuk sharing di kolom komentar!

Komentar (6)

Fresh