Hati-hati Serangan WannaCry | OPINI.id

Serangan malware WannaCry yang terjadi sejak Jumat (12/12/2017) terus meluas hingga 150 negara, Jumlah korban serangan berpotensi bertambah, ketika pengguna yang tidak waspada menyalakan perangkat komputer atau laptopnya awal pekan ini. Sebab, banyak pihak memprediksi, serangan WannaCry masih berlanjut.

WannaCry Serang Rumah Sakit

Seperti di Inggris dan Amerika Serikat, serangan malware WannaCry juga mengganggu kegiatan rumah sakit ternama di Indonesia. Salah satunya Rumah Sakit Kanker Dharmais. Akibatnya, kegiatan di rumah sakit sempat terganggu.

WannaCry Serang Komputer Windows

WannaCry merupakan software berbahaya yang mampu memblokir akses data di komputer bersistem operasi Windows. Si pelaku meminta uang tebusan $300 dalam bentuk bitcoin untuk membuka akses data.

Pemuda Inggris Temukan Cara Setop WannaCry

Seorang pakar sekuriti online asal Inggris dengan julukan MalwareTech, secara tak sengaja menemukan tombol pembunuh WannaCry. Meski demikian, pemuda berusia 22 tahun itu memperingatkan, peluang serangan lanjutan tetap terbuka. Dia pun berpesan, agar pengguna komputer rajin melakukan update Windows-nya.

Tim Khusus Europol Buru Pelaku

Akibat luasnya jangkauan serangan di Eropa, Tim Kejahatan Siber Europol langsung bergerak cepat memburu pelaku penyebar WannaCry. Europol juga bekerjasama dengan FBI mendalami aksi kejahatan siber tersebut.

Microsoft Tuding Pemerintah AS Picu WannaCry

Pihak Microsoft menyatakan, kerentanan sistem keamanan National Security Agency (NSA) memicu serangan WannaCry. Berdasarkan data Kaspersky Lab, jejak EternalBlue ditemukan dalam serangan WannaCry. EternalBlue merupakan senjata siber NSA yang dibocorkan peretas pada April lalu.

Kominfo: Serangan WannaCry Harus Cepat Ditangani

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, penanganan atas serangan WannaCry harus cepat dilakukan. Tips bagi pengguna komputer Windows OS untuk menangkal serangan WannaCry bisa dicek di situs Kominfo.

Pemerintah Mendeteksi WannaCry Versi Kedua

Tim Koordinasi dan Mitigasi Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Kemenkopolhukam mendeteksi keberadaan WannaCry versi kedua sejak Sabtu (13/5/2017) malam. Saat ini, tim masih mempelajari malware baru tersebut.

Malware WannaCry harus cepat diatasi. Kabar baiknya, pemerintah telah susun langkah sederhana tangkal malware tersebut. Jadi, jangan panik dulu...

Komentar

Fresh