Bandung Hujan Es | OPINI.id

Kota Bandung kembali dilanda hujan es disertai angin kencang. Bahkan keadaan ini diprediksikan oleh BMKG akan terus berlangsung hingga akhir Mei.

Hujan Es Landa Bandung

Tepat kemarin hari Rabu (3/5), Kota Bandung kembali dilanda hujan deras yang disertai dengan butiran es. Hujan es ini turun melanda Jalan Braga pada sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Nggak hanya itu aja, hujan ini juga disertai dengan angin kencang.

Akibatnya, lalu lintas pun sempat terhenti karena banyak pengguna jalan yang memilih untuk berteduh. Selain melanda kawasan Braga, hujan es ini juga terjadi di sejumlah kawasan lainnya seperti Antapani,Kopo Sayati, dan Mochammad Toha.

Beberapa hari sebelumnya, kawasan Kota Bandung sering dilanda hujan deras disertai es. Bahkan puluhan pohon di sejumlah jalan ikut tumbang akibat tidak bisa menahan angin kencang.

Kenapa Ada Hujan Es?

Fenomena hujan es disertai angin kencang sedang menerpa kota Bandung. Lantas karena apa sih hujan es itu terjadi? Menurut Prakirawan BMKG Bandung, Neneng Sugianto hujan es terjadi karena proses kondensasi yang kelewat dingin. Karena itulah air yang menguap berubah bentuk menjadi kristal es.

Hujan es gak hanya menyebabkan banjir saja tetapi juga merusak sebagian besar atap rumah warga. Itu dikarenakan kerasnya es batu yang turun dari hujan menimpa langsung atap rumah. Apalagi jika atap rumah sudah terbilang tua.

Kenali Tanda-Tanda Turunnya Hujan Es

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan ciri-ciri jika akan terjadinya hujan lebat atau hujan es disertai kilat/petir dan angin kencang yang berdurasi singkat. Seperti dilansir detik, menurutkan ada beberapa ciri yang bisa diperhatikan.

1. Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

2. Udara terasa panas dan gerah akibat adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60%).

3. Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

4. Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus. - Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

5. Terasa ada sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri. - Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis, kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.

6. Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Penampakan hujan es di Bandung beberapa waktu lalu. Sekilas seperti salju turun.

Jalanan Bandung Dipenuhi 'Salju'

Jalanan Bandung seperti diguyur salju. Padahal ini adalah es yang turun dari hujan beberapa waktu lalu di Bandung. Tampak warga sedang berada di jalan yang dipenuhi es batu.

Komentar

Fresh