Belajar Kelola Baper Pilpres 2019 di PlayFest | OPINI.id

Baper sampai berantem gara-gara beda pendapat dan beda pilihan biasa terjadi media sosial. Apalagi jelang pilpres 2019 ini.

Perbincangan politik di ruang publik bisa menjadi perdebatan yang bikin pendukung salah satu kubu secara tidak sadar terbawa perasaan alias baper. Padahal para elite politik politik justru bersikap santai.

Biar kamu gak gampang baper dan bikin pertemanan jadi rusak, kuy intip seni mengolah baper ala Narasi TV

Pesan khusus untuk generasi milenial dan gen Z

Pesan ini yang hendak disampaikan oleh jurnalis dan founder Narasi TV, Najwa Shihab di panggung Playstage, Narasi PlayFest 2018. Ajang tersebut menjadi wadah kolaborasi para kreator dengan mengangkan soal baper dikalangan generasi milenial dan generasi Z saat berdialog soal politik. “Padahal konten tidak hanya soal politik, karenanya Narasi TV memiliki konten-konten lain,” ujar Najwa dalam rilis Opini.id pada Senin (26/11) Dengan semangat 3 C (Content, Collaboration, Community), Narasi TV berkolaborasi dengan para avengers seperti Tompi & Glenn, Mario dan Eda (Duo Budjang), Fenty Effendy (Buka Buku) dan Stephanie Josephine (Teppy O Meter). Para avengers ini telah mengisi konten-konten di Narasi TV di tahun pertama. Dan mereka berkumpul di Playstage Narasi untuk merayakan kolaborasi ini.

Aksi para Avengers Narasi TV

Di area Playstage, satu-persatu avengers menyapa langsung pengunjung Narasi Playfest yang hadir. Teppy membahas kembali film-film yang pernah diulas. Film-film yang pernah bikin baper (dan laper) adalah “Dilan” serta “Aruna dan Lidahnya”. Sedangkan menurut Fenty, generasi muda tidak sabaran dan mudah baper dan ini merupakan hal yang wajar. “Dalam buku yang pernah saya ulas, ada pohon namanya Mojuk, berasal dari Tiongkok. Pohon ini butuh waktu lima tahun untuk tumbuh. Setelah lima tahun, baru bisa menjulang tinggi. Nah anak-anak muda ini harus belajar dari pohon mojuk untuk menghargai proses. Seperti air yang setelah mendidih 100 derajat, pada satu titik akan berubah jadi energi yang sangat powerful,” ujar Fenty Effendy. Sementara menurut Mario Duo Budjang, baper bisa menghasilkan karya dan dinikmati banyak orang. “Asalkan baper-nya bisa menghasilkan karya dan dinikmati banyak orang, contohnya yang dilakukan Tompi dan Glenn," pungkas Mario.

Perkenalan Avengers baru

Selain 6 Avengers dalam 4 kanal, Narasi TV kembali mengajak kolaborasi Avangers baru, di antaranya Sarah Sechan, dan Garing Girang. Narasi TV juga akan menghadirkan program baru tahun depan bertema teknologi, musik, dan budaya. Avengers baru ini akan segera mengisi kanal-kanal baru di Narasi TV. “Garing-Girang merupakan konten baru di Narasi. Adu kegirangan. Siapa yang paling garing, dia yang menang. Dan tantangannya, tidak boleh ketawa,” jelas Najwa.

Dua tamu dari elite politik

Selain memberikan hiburan, Narasi TV juga menampilkan edukasi seputar politik dengan mengundang Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Keduanya diadu humor garing ala Garing Girang. Kehadiran dua tamu dari elite politik ini, menjadi bukti bahwa siapapun bisa membuat konten. “Sebutkan musisi yang paling banyak temannya,” ujar Hanif. Jawabannya: Glenn Friendly. “Hewan apa yang tidak pernah kenapa-napa?” giliran Fahri mengajukan pertanyaan. Jawabannya: bebek-bebek saja. Keduanya terus saling melempar humor garing mereka secara bergantian, yang sukses membuat pengunjung tertawa. “Tidak hanya para avengers, Narasi TV ingin semua orang menjadi bagian, menjadi content creator dengan semangat berkolaborasi. Narasi TV ingin mengajak teman-teman gabung bersama. Ingin menjadi rumah untuk para content creator menghasilkan hal-hal yang positif untuk negeri,” ungkap Najwa.

Melibatkan komunitas

Value Narasi TV setelah Content dan Collaboration adalah Community. Narasi TV memiliki komunitas Mata Kita yang tersebar di seluruh Indonesia. Anggota komunitas di berbagai daerah ini terbentuk secara organik. Mereka juga kerap mengadakan acara yang mereka organisir sendiri. Maka, saat Narasi TV hadir langsung menyapa mereka lebih dekat, antusiasme mereka selalu tinggi untuk memeriahkan acara. “Kami sudah berkeliling ke Banyuwangi, Semarang, Makassar, hingga Sorong. Ini justru pertama kalinya Narasi menggelar event di Jakarta, untuk merayakan kolaborasi kita,” tutup Najwa.

Kamu gampang baper gak kalau terlibat adu argumen di media sosial?
Enggak lah
Iya, baper
22 votes

Komentar

Fresh